Pantang Larang dalam Masyarakat Kampar dan Relevansinya dengan Pendidikan Karakter

Authors

  • Nurmalina Nurmalina Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i1.52

Keywords:

Peran Mitos, Pendidikan, Masyarakat Kampar,

Abstract

Abstinence is banned or prohibited acts job to do so by the people who accompanied sanctions warmth of the ancestors. The others believe that abstinence forbids irrelevant to modern-paced life as it is today. Literature has a great potential to bring people to the direction of change in character. This research is a qualitative descriptive study. The object of research is abstinence which is prohibited by the Malay community Kampar. The results showed that abstinence forbids the Kampar Malay community can be categorized into: (1) time, namely: at night, dusk; (2) place, namely: in the fields, in the middle of the road, in the woods, and in the grave; (3) safety of life, namely: death, pain, and bad luck or unfortunate; (4) based on the cycle of life (5) and occult beliefs; (6) work and activities, namely: people give birth and nurse the baby, take care of the dead and to the cemetery, walking, playing, working, making the house, table manners. The expression of abstinence forbids have relevance on character education.

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

Alwi, Hasan, dkk. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai pustaka. Arismantoro. (2008). Tinjauan Berbagai Aspek Charachter Building :Bagaimana Mendidik Anak Berkarakter?. Yogyakarta : Tiara Wacana. Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta. Danandjaja, James. 1991. Folklor Indonesia (Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain). Jakarta: Pustaka Utama Grafitti. Darma Laksana, I. K. 2003. “Tabu dalam Bahasa Baliâ€. (disertasi). Depok: Universitas Indonesia. Effendy, Tenas. 2003. Buku Saku Budaya Melayu yang Mengandung Nilai Ejekan dan Pantangan Terhadap orang Melayu. Pekanbaru: Unri Press. Endraswara, Suwardi. Metodologi Penalitian Folklor. Yogyakarta: Media Pressindo. Hamidy, U.U.1982. Masyarakat dan Kebudayaan di Daerah Riau. Pekanbaru: Zamrad. _______.1993. Nilai Suatu Kajian Awal. Pekanbaru: UIR Press. Kridalaksana, H. 2001. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia. Moleong, L.J. 1989. Metodologi Penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nawawi, Hadari. 2005. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Parera, D, J. 1990. Teori Semantik. Jakarta: Erlangga. Semi, Atar.1984. Kritik Sastra. Bandung: Angkasa. Taslim F dan Junaidi Syam. 2007. Trombo Rokan, Buku Besar Alam Manusia dan Budaya Melayu Rokan. Pekanbaru: Yayasan Grasibumy. Usman, A. K. 2002. Kamus Umum Bahasa Minangkabau Indonesia. Padang: Angrek Media Waridah, Siti.2002. Sosiologi I. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

10-06-2015

How to Cite

Nurmalina, N. (2015). Pantang Larang dalam Masyarakat Kampar dan Relevansinya dengan Pendidikan Karakter. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 27–35. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i1.52

Issue

Section

Articles