Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya upaya lembaga dalam menangkal radikalisme pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan dalam hal ini adalah penelitian kualitatif, dimana data data yang diperoleh dari hasil wawancara dan analisa lapangan dalam observasi serta catatan dokumentasi diolah secara deskriptif untuk menggambarkan kenyataan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan upaya pencegahan radikalisme dilakukan oleh kepala sekolah dan guru lembaga PAUD. Kepala sekolah melakukan upaya berupa perekrutan guru yang selektif. Dalam proses perekrutan terdapat aturan aturan yang harus ditaati. Pemilihan bahan ajar dilakukan pengawasan oleh kepala sekolah, sehingga bebas dari konten radikalisme. Upaya ini menyadarkan para pendidik bahwa ketidakhati hatian memilih buku ajar dapat berakibat fatal di kemudian hari. Pengenalan kebhinekaan melalui simulasi yang dilakukan oleh guru, serta  sinergitas dengan orangtua anak didik dalam beberapa kegiatan seperti parenting. Guru berperan dalam mendidik karakter anak dengan karakter (teladan) dan membingkai kebhinekaan dalam bermain peran untuk anak usia dini. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa simulasi bermain peran kebhinekaan dapat menjadi satu upaya pencegahan radikalisme.


Keywords


radikalisme; kebhinekaa; anak usia dini