Analisis Koreografi Tari Wonderland Indonesia Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini

Author


Olyvia Vilanova Timur Saputri(1Mail), Harun Harun(2), Joko Pamungkas(3),
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia(1)
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia(2)
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia(3)

Mail Corresponding Author
Article Analytic
 PDF Full Text   [File Size: 265KB]

Published : 2023-12-31

Article can trace at:


Article Metrics

Abstract Views: 159 times PDF Downloaded: 204 times

Abstract


Tari Wonderland Indonesia adalah tari kreasi baru yang mengandung berbagai konsep, teori dan prinsip koreografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koreografi tari Wonderland Indonesia dan dampaknya terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak. Dalam penelitian ini, metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan referensi literatur serta penelitian lapangan. Untuk mengumpulkan data, digunakan Teknik seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Wonderland Indonesia memiliki koreografi yang kompleks dan bervariasi, melibatkan gerakan tubuh secara keseluruhan dan ditemukan bahwa anak-anak mengalami peningkatan kemampuan motorik kasar, seperti keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan ketangkasan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang kemampuan motorik kasar anak. Dalam konteks tari Wonderland Indonesia, koreografi yang kompleks dan variasi gerakan yang terlibat dalam tarian ini dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Insan Merdeka Yogyakarta.


Keywords


analisis koreografi; tari wonderland Indonesia; motorik kasar; anak usia dini.

References


Adawiyah, A. R., & Nurbaeti, R. U. (2023). Pelatihan tari kreasi sebagai bentuk apresiasi seni tari. JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS, 3(02), 150–156.

Andriani, Y. P. (2019). Kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan tari kreasi baru. Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal. https://doi.org/10.15575/japra.v2i2.9726

Asnuddin, Salwiah, & Arwih, M. Z. (2022). Analisis perkembangan motorik kasar anak di taman kanak – kanak buton selatan. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3429–3438. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.2068

Astini, N. K., Sujana, I. W., & Raga, I. G. (2013). Penerapan metode demonstrasi melalui kegiatan seni tari berbantuan media audio cassette tape untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 1(1). https://doi.org/10.23887/paud.v1i1.997

Aye, T., Oo, K. S., Khin, M. T., Ahuja, T. K., & Maruyama, H. (2017). Gross motor skill development of 5-year-old Kindergarten children in Myanmar. Journal of Physical Therapy Science, 29(10), 1772–1778. https://doi.org/10.1589/jpts.29.1772

Bidzan-bluma, I., & Lipowska, M. (2018). Physical activity and cognitive functioning of children: A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(800), 1–13. https://doi.org/10.3390/ijerph15040800

Butte, N. F., Puyau, M. R., Wilson, T. A., Liu, Y., Wong, W. W., Adolph, A. L., & Zakeri, I. F. (2016). Role of physical activity and sleep duration in growth and body composition of preschool-aged children. https://doi.org/10.1002/oby.21489

Campbell, L. D. (2006). Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences. Intuisi Press.

Candra, O., Pranoto, N. W., Cahyono, D., Sukmawati, E., & Cs, A. (2023). Peran pendidikan jasmani dalam pengembangan motorik kasar pada anak usia dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2538–2546. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4506

Carson, V., Lee, E. Y., Hewitt, L., Jennings, C., Hunter, S., Kuzik, N., Stearns, J. A., Unrau, S. P., Poitras, V. J., Gray, C., Adamo, K. B., Janssen, I., Okely, A. D., Spence, J. C., Timmons, B. W., Sampson, M., & Tremblay, M. S. (2017). Systematic review of the relationship between physical activity and health indicators in the early years (0-4 years). BMC Public Health, 17(Suppl 5), 34–63. https://doi.org/10.1186/s12889-017-4860-0

Chandra, C. (2020). Tugas Akhir Karya Tari Liuk Si Liri. Universitas Universal Batam.

Hardani, Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., Fardani, R. A., Sukmana, D. J., & Uliya, N. H. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif dan Kualitatif. In H. Abadi (Ed.), Repository.Uinsu.Ac.Id (1st ed., Issue April). CV. Pustaka Ilmu.

Hernandez, A. M., & Cacola, A. P. (2015). Motor Proficiency Predicts Cognitive Ability in Four-Year-Old. European Early Childhood Education, 23(4), 37–41. https://doi.org/10.1080/1350293X.2014.991094

Hillman, C., Tomporowski, P., Castelli, D., & Lambourne, K. (2016). Physical activity, fitness, cognitive function, and academic achievement in children: A systematic review. Medicine and Science in Sports an Exercise, 1197–1222. https://doi.org/10.1249/MSS.0000000000000901

Janssen, I., & Leblanc, A. G. (2010). Systematic review of the health benefits of physical activity and finess in school-aged children and youth. https://doi.org/10.1186/1479-5868-7-40

Jazuli, M. (2008). Pendidikan Seni Budaya Suplemen Pembelajaran Tari. Universitas Negeri Semarang.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2014). Peraturan Mendikbud Nomor 137 tentang Standar Nasional PAUD.

Lestari, E. D., Asiyah, & Syarifin, A. (2020). Seni tari dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini usia 5-6 tahun. Al Fitrah Journal Of Early Childhood Islamic Education, 3(2), 119–131.

Marianti, R. (2016). Koreografi Tari Kridha Jati di Kabupaten Jepara. In Universitas Negeri Semarang. Universitas Negeri Semarang.

Murgiyanto, S. (1986). Dasar-Dasar Koreografi Tari dalam Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari (Direktorat Kesenian Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta (ed.)). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pamungkas, J. (2015). Estetika koreografi sebagai penunjang kreativitas seni anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 4(1), 596–600. https://doi.org/10.21831/jpa.v4i1.12348

Piek, J. P., Dawson, L., Smith, L. M., & Gasson, N. (2008). The role of early fine and gross motor development on later motor and cognitive ability. Human Movement Science, 27(5), 668–681. https://doi.org/10.1016/j.humov.2007.11.002

Prasanti, D. (2018). Penggunaan media komunikasi bagi remaja perempuan dalam pencarian informasi kesehatan. Jurnal Lontar, 6(1), 13–21. https://doi.org/10.30656/lontar.v6i1.645

Reiner, M., Niermann, C., Jekauc, D., & Woll, A. (2013). Long-term health benefits of physical activity - a systematic review of longitudinal stdies. 1–9.

Robinson, L. E., Webster, E, K., Logan, S. W., Lucas, W. A., & Barber, L. T. (2012). Teaching practices that promote motor skills in early childhood settings. Early Childhood Education Journal, 40(2), 79–86. https://doi.org/10.1007/s10643-011-0496-3

Rosdiana, E. (2018). Meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui tari kreasi tradisional mandahiling melayu di taman kanak-kanak al-muhsinin Pasaman barat. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia, 3(2), 96–100. https://doi.org/10.29210/300327700

Schmutz, E. A., Haile, S. R., Leeger-aschmann, C. S., Kakebeeke, T. H., Zysset, A. E., Messerli-burgy, N., Stulb, K., Arhab, A., Meyer, A. H., Munsch, S., Puder, J. J., Jenni, O. G., & Kriemler, S. (2018). Physical activity and sedentary behavior in preschoolers: a longitudinal assessment of trajectories and determinants. 1–12. https://doi.org/10.1186/s12966-018-0670-8

Smith, J, J., Eather, N., Morgan, P. J., Plotnikoff, R. C., Faigenbaum, A. D., & Lubans, D. R. (2015). The health benefits of muscular fitness for children and adolescents: A systematic review and meta-analysis. Sports Medicine, 44(9), 1209–1223. https://doi.org/10.1007/s40279-014-0196-4

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&d. Alfabeta.

Sulastri, N. M. (2022). Penerapan kegiatan menari untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus anak usia 5-6 tahun. https://doi.org/10.33394/jtni.v7i2.4890

Syafriana, R., Supadmi, T., & Fitri, A. (2016). Analisis bentuk gerak tari kreasi geunta pada sanggar seulaweuet. Ilmu Pendidikan Unsyiah, 1(2), 126–130.

Syafril, S., Kuswanto, C. W., & Muriyan, O. (2020). Dua cara pengembangan motorik kasar pada anak usia dini melalui gerakan-gerakan senam. Jurnal Pelita PAUD, 5(1), 104–113. https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v5i1.1172

Tandon, P. S., Tovar, A., Jayasuriya, A. T., Welker, E., Schober, D. J., Copeland, K., Dev, D. A., Murriel, A. L., Amso, D., & Ward, D. S. (2016). The relationship between physical activity and diet and young children’s cognitive development: A systematic review. Preventive Medicine Reports, 3, 379–390. https://doi.org/10.1016/j.pmedr.2016.04.003

Temple, V. A., Crane, J. R., Brown, A., Wiiliams, B. L., & Bell, R. I. (2016). Recreational activities and motor skills of children in kindergarten. Physical Education and Sport Pedagogy, 21(3), 268–280. https://doi.org/10.1080/17408989.2014.924494

Tjetjep, R. (2011). Metodologi Penelitian Seni. Cipta Prima Nusantara.

Uce, L. (2017). The golden age: masa efektif merancang kualitas anak. 1(2), 77–92. https://jurnal.ar.raniry.ac.id/index.php/bunayya/article/view/1322

Undang-undang no.20 sistem pendidikan nasional, (2003).

van der Fels, I. M. J., te Wierike, S. C. M., Hartman, E., Elferink-Gemser, M. T., Smith, J., & Visscher, C. (2015). The relationship between motor skills and cognitive skills in 4-16 year old typically developing children: A systematic review. Journal of Science and Medicine in Sport, 18(6), 697–703. https://doi.org/10.1016/j.jsams.2014.09.007

Watini, S. (2019). Implementasi model pembelajaran sentra pada tk labschool stai bani saleh bekasi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/190/pdf

Webster, E. K., Martin, C. K., & Staiano, A. E. (2019). Fundamental motor skills, screen-time, and physical activity in preschoolers. Jornal of Sport and Health Science, 8(2), 114–121. https://doi.org/10.1016/j.jshs.2018.11.006

White, R. L., Babic, M. J., Parker, P. D., Astell-Burt, T., & Lonsdale, C. (2017). Domain-specific physical activity and mental health: A meta-analysis. Am. J. Prev. Medicine, 52, 653–666. https://doi.org/10.1016/j.amepre.2016.12.008

Yuandana, T., & Fitriyono, A. (2022). Peningkatkan kemampuan motorik anak usia dini melalui pembelajaran tari kreasi Madura. Aulad: Journal on Early Childhood, 5(1), 127–132. https://doi.org/10.31004/aulad.v5i1.296


Refbacks

  • There are currently no refbacks.