- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Pembentukan Karakter Anak melalui Budaya Nalo pada Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.439Keywords:
pembentukan karakter, karakter anak usia dini, budya naloAbstract
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan pembentukan karakter anak suku Ngada ( usia 6-8 tahun) melalui budaya Nalo di kampung Lodo kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif enografi. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis data Spradley. Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakter baik atau positif anak dapat terbentuk melalui budaya Nalo. Karakter baik yang terbentuk dari budaya Nalo seperti religius, tanggung jawab, menghargai, kerja sama, dan sikap kekeluargaan yang tinggi. Ditemukan bahwa karakter tersebut terbentuk karena adanya faktor pendukung seperti niai filosofi, perspesi masyrakat, dan pembiasaan masyarakat suku Ngadha dalam melestarikan budaya Nalo. Pembentukkan karakter anak melalui budaya Nalo dilakukan di rumah dan masyarakat, dilakukan saat berkumpul makan dan minum bersama (Ka Papa Fara, Inu Papa Resi) yang selalu dilengkapi dengan minuman adat yang dikenal dengan sebutan moke.Downloads
References
Carol, S., Sharon, C., & Renee, C. F. (2010). Social Studies for the Preschool/ Primary Child Eighth Edition. New Jersey: Pearson Education.
Creswell, J. (2007). Qualitative Inquiry & research Design. New York: Mcgraw.
Emzir. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Ferdiawan, E., & Putra, W. E. (2013). Esq Education for Children Character Building based on Phylosophy of Javaness in Indonesia. Procedia - Social and Behavioral Sciences. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.12.123
Fono, Y. M., Fridani, L., & Meilani, S. M. (2019). Kemandirian dan Kedisplinan Anak yang Diasuh oleh Orangtua Pengganti. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 537. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.245
French, G. (20017). Children’s early learning and development. (National Council for Curriculum and Assessment).
Juma, A. W. (2012). Education for Character. New York: Mcgraw.
Kh, E. F. ., & Mukhlis, G. . (2017). Pendidikan Anak Usia Dini menurut Q.S. Lukman : 13-19. Jurnal Anak Uisa Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 3, 42.
Komalasari, K., & Saripudin, D. (2017). pendidikan karakter (konsep dan aplikasi living values education). Bandung: PT Refika Aditama.
Komariah, & Satori. (2012). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Alfabeta.
Moraru, C., Gomez, J., & Mcguigan, N. (2016). Developmental changes in the influence of conventional and instrumental cues on over-imitation in 3- to 6-year-old children. Experimental Child Psyhology, 34–47. https://doi.org/10.1016/j.jecp.2015.11.017.
Muhammad Yaumi. (2016). Pendidikan Karakter Landasan, Pilar & Implementasi (Ketiga; R. K. Ratri, ed.). Jakarta: AR-RUZZ MEDIA.
Narawati, T. (2019). Arts and Design Education for Character Building. (January). https://doi.org/10.2991/icade-18.2019.38
Papalia, Sally, Old, dan Ruth, D. F. (2008). Human Development, Edisi Kesembilan. New York: Mcgraw.
Pelu, M., & Isawati, I. (2019). Historical Value of Cetho Temple as Local Culture-Based Character Education Source and Material. 279(Icalc 2018), 394–401. https://doi.org/10.2991/icalc-18.2019.56
Rokhman, F., Hum, M., & Syaifudin, A. (2014). Character Education For Golden Generation 2045 ( National Character Building for Indonesian Golden Years ). Procedia - Social and Behavioral Sciences, 141, 1161–1165. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.05.197
Stedje, L. B. (2010). Nuts and Bolts of Character Education. 1–19.
Sudiana, N. N. (2015). Ni Nyoman Sudiana, Pendidikan Karakter Melalui Gending Rare. PENDIDIKAN ANAK USIA DINi, 9, 51.
Sugiyo, R., & Purwastuti, L. A. (2017). Local Wisdom-Based Character Education Model in Elementary School in Bantul Yogyakarta Indonesia. Sino-US English Teaching, 14(5). https://doi.org/10.17265/1539-8072/2017.05.003
Sugiyono. (2010). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suprayekti. (2013). Pengembangan bahan belajar “pendidikan karakter anak usia sekolah dasar” untuk orang tua. https://doi.org/10.21009/PIP.271.7.
Tanto, O. D., Hapidin, H., & Supena, A. (2019). Penanaman Karakter Anak Usia Dini dalam Kesenian Tradisional Tatah Sungging. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 337. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.192
Wagiran. (2012). Pengembangan karakter berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Karakter, II(3), 329–339.
Wahyu, Y., & Leonangung Edu, dan A. (2018). Reconstruction Of Character Values Based On Manggaraian Culture. SHS Web of Conferences, 42, 00029. https://doi.org/10.1051/shsconf/20184200029
Walgito, B. (2004). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Cv. Andi.
Winter, P. (2010). Engaging Families in the Early Childhood Development Story. South Australia.
World Health Organization. (20014). Departement of Child and Adolescent Health and Development (CAH). The Importance of Caregiver-Child Interactions for the Survival and Development of Young Children.

