Pembentukan Karakter Anak melalui Budaya Nalo pada Anak Usia Dini

Andi Nafsia(1Mail), Yufiarti Yufiarti(2), Asep Supena(3),
(1) Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
(2) Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
(3) Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

Mail Corresponding Author
Copyright (c) 2020 Andi Nafsia, Yufiarti - -, Asep Supena

DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.439

Full Text:    Language : ID
Submitted : 2020-01-17
Published : 2020-01-24

Abstract


Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan  pembentukan karakter anak suku Ngada ( usia 6-8 tahun) melalui budaya Nalo di kampung Lodo kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif enografi. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis data Spradley. Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakter baik atau positif anak dapat terbentuk melalui budaya Nalo. Karakter baik yang terbentuk dari budaya Nalo seperti religius, tanggung jawab, menghargai, kerja sama, dan sikap kekeluargaan yang tinggi.  Ditemukan bahwa karakter tersebut terbentuk karena adanya faktor pendukung seperti niai filosofi, perspesi masyrakat, dan pembiasaan masyarakat suku Ngadha dalam melestarikan budaya Nalo. Pembentukkan karakter anak melalui budaya Nalo dilakukan di rumah dan masyarakat, dilakukan saat berkumpul makan dan minum bersama (Ka Papa Fara, Inu Papa Resi) yang selalu dilengkapi dengan minuman adat yang dikenal dengan sebutan moke.

Keywords


pembentukan karakter; karakter anak usia dini; budya nalo

References


Carol, S., Sharon, C., & Renee, C. F. (2010). Social Studies for the Preschool/ Primary Child Eighth Edition. New Jersey: Pearson Education.

Creswell, J. (2007). Qualitative Inquiry & research Design. New York: Mcgraw.

Emzir. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Ferdiawan, E., & Putra, W. E. (2013). Esq Education for Children Character Building based on Phylosophy of Javaness in Indonesia. Procedia - Social and Behavioral Sciences. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.12.123

Fono, Y. M., Fridani, L., & Meilani, S. M. (2019). Kemandirian dan Kedisplinan Anak yang Diasuh oleh Orangtua Pengganti. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 537. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.245

French, G. (20017). Children’s early learning and development. (National Council for Curriculum and Assessment).

Juma, A. W. (2012). Education for Character. New York: Mcgraw.

Kh, E. F. ., & Mukhlis, G. . (2017). Pendidikan Anak Usia Dini menurut Q.S. Lukman : 13-19. Jurnal Anak Uisa Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 3, 42.

Komalasari, K., & Saripudin, D. (2017). pendidikan karakter (konsep dan aplikasi living values education). Bandung: PT Refika Aditama.

Komariah, & Satori. (2012). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Alfabeta.

Moraru, C., Gomez, J., & Mcguigan, N. (2016). Developmental changes in the influence of conventional and instrumental cues on over-imitation in 3- to 6-year-old children. Experimental Child Psyhology, 34–47. https://doi.org/10.1016/j.jecp.2015.11.017.

Muhammad Yaumi. (2016). Pendidikan Karakter Landasan, Pilar & Implementasi (Ketiga; R. K. Ratri, ed.). Jakarta: AR-RUZZ MEDIA.

Narawati, T. (2019). Arts and Design Education for Character Building. (January). https://doi.org/10.2991/icade-18.2019.38

Papalia, Sally, Old, dan Ruth, D. F. (2008). Human Development, Edisi Kesembilan. New York: Mcgraw.

Pelu, M., & Isawati, I. (2019). Historical Value of Cetho Temple as Local Culture-Based Character Education Source and Material. 279(Icalc 2018), 394–401. https://doi.org/10.2991/icalc-18.2019.56

Rokhman, F., Hum, M., & Syaifudin, A. (2014). Character Education For Golden Generation 2045 ( National Character Building for Indonesian Golden Years ). Procedia - Social and Behavioral Sciences, 141, 1161–1165. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.05.197

Stedje, L. B. (2010). Nuts and Bolts of Character Education. 1–19.

Sudiana, N. N. (2015). Ni Nyoman Sudiana, Pendidikan Karakter Melalui Gending Rare. PENDIDIKAN ANAK USIA DINi, 9, 51.

Sugiyo, R., & Purwastuti, L. A. (2017). Local Wisdom-Based Character Education Model in Elementary School in Bantul Yogyakarta Indonesia. Sino-US English Teaching, 14(5). https://doi.org/10.17265/1539-8072/2017.05.003

Sugiyono. (2010). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Suprayekti. (2013). Pengembangan bahan belajar “pendidikan karakter anak usia sekolah dasar” untuk orang tua. https://doi.org/10.21009/PIP.271.7.

Tanto, O. D., Hapidin, H., & Supena, A. (2019). Penanaman Karakter Anak Usia Dini dalam Kesenian Tradisional Tatah Sungging. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 337. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.192

Wagiran. (2012). Pengembangan karakter berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Karakter, II(3), 329–339.

Wahyu, Y., & Leonangung Edu, dan A. (2018). Reconstruction Of Character Values Based On Manggaraian Culture. SHS Web of Conferences, 42, 00029. https://doi.org/10.1051/shsconf/20184200029

Walgito, B. (2004). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Cv. Andi.

Winter, P. (2010). Engaging Families in the Early Childhood Development Story. South Australia.

World Health Organization. (20014). Departement of Child and Adolescent Health and Development (CAH). The Importance of Caregiver-Child Interactions for the Survival and Development of Young Children.


Article Metrics

 Abstract Views : 81 times
 PDF Downloaded : 22 times


This article can be traced from:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.