Permainan Outbound untuk Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini

Luthfi Aji Ramdani(1Mail), Nur Azizah(2),
(1) Pendidikan Anak Usia Dini , Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
(2) Pendidikan Anak Usia Dini , Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Mail Corresponding Author
Copyright (c) 2019 Luthfi Aji Ramdani

DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.407

Full Text:    Language : id
Submitted : 2019-12-21
Published : 2019-12-30

Abstract


Aktivitas fisik bagi anak menjadi penting karena melalui aktivitas fisik anak dapat berlatih untuk mengembangkan kemampuan motorik kasarnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas permainan outbound sebagai aktivitas fisik untuk mengembangkan motorik kasar pada anak. Anak-anak berpartisipasi dalam pelaksanaan permainan outbound yang didalamnya terdapat lima jenis permainan untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar pada anak. Penelitian ini melibatkan 30 anak yang berusia 5-6tahun. Efektivitas permainan outbound dievaluasi dengan metode quasi-experiment dengan one group pretest-postest design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan permainan outbound untuk anak usia 5-6 tahun.Implikasi dari penelitian yang dilakukan dengan melaksanakan aktivitas fisik pada anak dapat meningkatkan motivasi anak dalam pembelajaran danmeningkatkan kemampuan motorik kasar dalam pendidikan anak usia dini, serta perlunya dilaksanakan aktivitas fisik untuk anak di sekolah.


Keywords


anak usia dini; motorik kasar; permainan outbound

References


Ailwood, J. O. (2003). Governing Early Childhood Education through Play. Contemporary Issues in Early Childhood, 4(3), 286–299. https://doi.org/doi:10.2304/ciec.2003.4.3.5

Ancok, D. (2002). Outbound manajemen training. Yogyakarta: UII Press.

Asti, B. M. (2009). Fun outbond-merancang kegiatan outbound yang efektif. Yogyakarta: Diva Press.

Aye, T., Oo, K. S., & Khin, M. T. (2017). Gross motor skill development of 5-year-old Kindergarten children in Myanmar. Journal of Physical Therapy Science, (June 2016), 1772–1778. https://doi.org/doi:10.1589/jpts.29.1772

Bjartveit, C. (2017). Transforming early childhood educators ’ conceptions of “ dark play ” and popular culture. Contemporary Issues in Early Childhood, 18(2), 114–126. https://doi.org/10.1177/1463949117714075

Fakhrudin, A. (2010). Sukses menjadi guru TK/PAUD. Yogyakarta: Bening.

Gallahue, D. L., Ozmun, J. C., & Goodway, J. D. (2012). Understanding motor development infants, children, adolescents, adults (7th ed.). New York: McGraw Hill.

Graf, C., Koch, B., Falkowski, G., Christ, H., Coburger, S., Lehmacher, W., … Dordel, S. (2004). PEDIATRIC FOCUS Correlation between BMI , leisure habits and motor abilities in childhood ( CHILT-Project ), 28(1), 22–26. https://doi.org/10.1038/sj.ijo.0802428

Hasnida. (2014). Analisis Kebutuhan AUD. Jakarta Timur: PT. Luxima Metro Media.

Hernandez, A. M., & Caçola, P. (2015). European Early Childhood Education Motor proficiency predicts cognitive ability in four-year-olds, (June), 37–41. https://doi.org/10.1080/1350293X.2014.991094

Hildayani, R., Sugianto, M., Tarigan, R., Handayani, E., Pudjiati, R., & Kouri, A. M. (2014). Psikologi perkembangan anak. Tanggerang Selatan: Universitas Terbuka.

Maidelwita, Y. (2012). Pengaruh faktor genetik, pola konsumsi dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas anak kelas 4-5 SD SBI percobaan Ujung Gurun Padang. Mercubaktijaya Journal.

Maryatun, I. B. (2011). Pemanfaatan kegian outbound untuk melatih kerjasama (sebagai moral behavior) anak. Yogyakarta: UNY.

Mulyasa, H. . (2012). Manajemen PAUD. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Okely, A. D., Booth, M. L., & Chey, T. (2013). Research Quarterly for Exercise and Sport. Research Quarterly for Exercise and Sport, 75(3), 238–248. https://doi.org/10.1080/02701367.2004.10609157

Olrich, T. W. (2013). Journal of Physical Education, Recreation & Dance. Journal of Physical Education, Recreation & Dance, 73(7), 26–34. https://doi.org/10.1080/07303084.2002.10607843

Pang, A. W., & Fong, D. T.-P. (2009). Research in Sports Medicine : An Fundamental Motor Skill Proficiency of Hong Kong Children Aged 6 – 9 Years. Research in Sports Medicine, 17(3), 125–144. https://doi.org/10.1080/15438620902897516

Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2015). Menyelami perkembangan manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Partini. (2010). Pengantar pendidikan anak usia dini. Yogyakarta: Grafindo Litera Media.

Piek, J. P., Dawson, L., Smith, L. M., & Gasson, N. (2008). The role of early fine and gross motor development on later motor and cognitive ability. Human Movement Science, 27(5), 668–681. https://doi.org/10.1016/j.humov.2007.11.002

Sattelmair, J., & Ratey, J. J. (2009). Physically Active Play and Cognition. American Journal of Pla. University of Illionis

Soetjingsih. (2014). Tumbuh kembang anak. Jakarta: EGC.

Sujiono, B., & Sujiono, Y. N. (2010). Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta: Indeks.

Susanta, A. (2010). Outbound profesional: pengertian, prinsip, perencanaan dan panduan pelaksanaan. Yogyakarta: Andi.

Susanto, A. (2011). Perkembangan Anak Usia Dini Penghantar dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Kencana.

Suyadi. (2010). Psikologi belajar pendidikan anak usia dini. Yogyakarta: Pedagogia.

Theobald, M., Danby, S., Einarsdóttir, J., Bourne, J., Jones, D., Ross, S., … Carter-Jones, C. (2015). Children’s Perspectives of Play and Learning for Educational Practice. Education Sciences, 5(4), 345–362. https://doi.org/10.3390/educsci5040345

Vameghi, R., Shams, A., & Dehkordi, P. S. (2013). The effect of age , sex and obesity on fundamental motor skills among 4 to 6 years-old children, 29(2), 586–590. https://doi.org/10.12669/pjms.292.3069

Veldman, S. L. C., Jones, R. A., Santos, R., Sousa-sá, E., Pereira, J. R., Zhang, Z., & Okely, A. D. (2017). Associations between gross motor skills and physical activity in Australian toddlers. Journal of Science and Medicine in Sport. https://doi.org/10.1016/j.jsams.2017.12.007

Wahyudin, U., & Agustin, M. (2011). Penilaian perkembangan anak usia dini. Bandung: PT. Refika Aditama.

Wei, C.-W., Chen, H.-H., & Chen, N.-S. (2015). Effects of Embodiment-Based Learning on Perceived Cooperation Process and Social Flow. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 197(February), 608–613. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.07.201

Yamin, M., & Sanan, J. S. (2010). Panduan pendidikan anak usia dini. Jakarta: Gaung Persada Press.


Article Metrics

 Abstract Views : 231 times
 PDF Downloaded : 96 times


This article can be traced from:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.