Identifikasi Nilai Pedagogis Tarian Lulo untuk Memperkuat Rasa Persatuan pada Anak Usia Dini

Nasir Nasir(1Mail), Rahmawati Rahmawati(2), Adam Adam(3),
(1) Administrasi Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
(2) Administrasi Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
(3) Pendidikan islam Anak Usia Dini, Muhammadiyah Kendari, Indonesia

Mail Corresponding Author
Copyright (c) 2019 Nasir nasir

DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.336

Full Text:    Language : id
Submitted : 2019-11-22
Published : 2019-12-09

Abstract


Penelitian ini mengidentifikasi nilai pedagogis tarian Lulo guna memperkuat karakter persatuan pada anak usia dini. Penelitian dilatarbelakangi oleh berita tentang banyaknya tindakan-tindakan kekerasan dan bullying di kalangan siswa, di mana anak-anak menjadi aktornya. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah nilai yang bisa menguatkan rasa kasih dan persatuan. Melalui pendekatan ethnography, peneliti melibatkan beberapa pihak sebagai sumber informasi, seperti: tokoh masyarakat, ahli kurikulum, administrator sekolah; kepala sekolah dan guru-guru (partisipan FGD). Dokumentasi dari observasi langsung untuk memberikan visual serta mengkonfirmasi data-data dari wawancara. Analisa data dilakukan sesuai prosedur analisa interkatif, analisa domain dan taksonomi Spradley. Peneliti menyimpulkan jika tarian lulo memenuhi prinsip-prinsip kurikulum untuk menjadi media dan atau input pembelajaran di pendidikan anak usia dini, karena tarian lulo berisi unsur kegiatan pikir, olah hati, olah rasa, karsa, serta olah raga dan mengandung nilai-nilai positif. Internalisasi tarian Lulo dalam kurikulum pendidikan membekali anak didik dengan nilai-nilai yang mengajarkan rasa persatuan, saling menghargai, cinta perdamaian, toleransi dan patuh terhadap aturan mutlak diperlukan. Penanaman semangat persatuan tersebut bisa dimulai sejak masa emas (golden age) anak yaitu pendidikan dasar dan usia dini. Di samping itu, kebijakan tersebut adalah upaya memelihara dan melestarikan budaya sebagai warisan yang berharga.


Keywords


kurikulum pendidian anak usia dini; tarian lulo; tradisi local; tolaki

References


Al Ashur, A. (1997). Tokoh dan Adat Budaya Tolaki. In Erlangga. Kendari.

Alexon. (2010). Pembelajaran terpadu berbasis budaya. Bengkulu: Unit FKIP UNIB Press.

Andina, E. Budaya Kekerasan Antar Anak di Sekolah Dasar. , VI Kajian Singkat terhadap Isu-Isu Terkini (2014).

Caprara, B. (2016). The Impact of Cultural Capital on Secondary Student’s Performance in Brazil. Universal Journal of Educational Research, 4(11), 2627–2635. https://doi.org/10.13189/ujer.2016.041116

Chukwbikem, P. E. I. (2013). Resources for Early Childhood Education (E.C.E). Mediterranean Journal of Social Sciences, 4(8), 161–172. https://doi.org/10.5901/mjss.2013.v4n8p161

Cresswell, J. W. (2012). Eduactional Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. In آب و خاک. New Jersey: Person Education, Inc.

Fajarini, U. (2014). Peranan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter : Vol. 1, No. 2. Sosio Didaktika, 1(2). https://doi.org/10.15408/sd.v1i2.1225.

Fauziddin, M., & Mufarizuddin, M. (2018). Useful of Clap Hand Games for Optimalize Cogtivite Aspects in Early Childhood Education. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 162. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i2.76

Folarin, S. F., & Olanrewaju, I. P. (2014). Cultural Plurality , National Integration and the Security Dilemma in Nigeria. Covenant University Journal of Politics and International Affairs, 2(1), 81–92.

Hanum, F. Pendidikan Multikultural sebagai Sarana Pembentuk Karakter Bangsa (Dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan). In Makalah disampaikan pada Seminar Regional DIY-Jateng dan sekitarnya yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Nege. , (2009).

Istiana, Y. (2014). Konsep-Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Didaktika, 5(1), 329–333. https://doi.org/10.1101/112268

J, George & Die, S. (2011). Integrating Local Cultural Knowledge as Formaland Informal Education for Young African Learners: A Ghanaian Case Study. Canadian and International Education/Education Canadienneet International, 40(1), 48–56.

Jæger, M. M. (2011). Does Cultural Capital Really Affect Academic Achievement? New Evidence from Combined Sibling and Panel Data. Sociology of Education, 84(4), 281–298. https://doi.org/10.1177/0038040711417010

Juanda, J. (2019). Pendidikan Karakter Anak Usia Dini melalui Sastra Klasik Fabel Versi Daring. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 39. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.126

Kementrian Pendidikan Nasional. (2011). Panduan Pengembangan dan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.

Lapasoro, A. (2014). Kajian Semantik Tuturan Mombesara pada Pelaksanaan Upacara Adat Suku Tolaki. Kendari: Universitas Haluoleo.

Lareau, A., & Weininger, E. B. (2003). Cultural Capital in Educational Research: A Critical Assessment. Theory and Society, 32(5/6). https://doi.org/10.1023/B:RYSO.0000004951.04408.b0.

Mulyasa, E. (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi. In Depdiknas. Bandung: Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasir, N. (2013). Pengembangan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Nasir, N., Mujiati, M., & Asrul, A. (2019). SAMATURU: Menstimulasi Spirit Kolaborasi Guru untuk Melaksanakan Lesson Study. Edum Journal, 2(2), 120–132. https://doi.org/10.31943/edumjournal.v2i2.49

Obanya, P. (2005). Culture-In-Education and Education-In-Culture. Fifth Conference of African Ministers of Culture 10-14 December 2005 Nairobi, Kenya. Culture-In-Education and Education-In-Culture. Fifth Conference of African Ministers of Culture 10-14 December 2005 Nairobi, Kenya, 7(3), 133–145. https://doi.org/10.17265/2159

Pekajová, Lívia & Novosák, J. (2010). The goals of education. Local Culture in the Era of Globalisation: Focused on the Zlín Region. In Beyond Globalisation: Exploring the Limits of Globalisation in the Regional Context (Conference Proceedings), 169-176. Ostrava: University Oity of Ostrava Czech Republic, 2010., 88(4), 264–272.

Perkins, E. A., & Taylor, P. D. (2009). Learning Through Play. Journal of the Institute of Mental Subnormality (APEX), 4(1), 34–34. https://doi.org/10.1111/j.1468-3156.1976.tb00222.x

Raharjo, S. B. (2010). Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menciptakan Akhlak Mulia. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 16(3), 229–238. https://doi.org/10.24832/jpnk.v16i3.456.

Syam, F. (2011). Dilema Pluralitas: Hambatan Atau Penguatan Demokrasi Bangsa Indonesia? Jurnal Ilmu Hukum, 11(2), 10–14. https://doi.org/10.16194/j.cnki.31-1059/g4.2011.07.016

Tatman, Robert, Stacey Edmonson, J. R. S. (2009). Character Education: An Historical Overview. National Council of Professors of Educational Administration, 4(1).


Article Metrics

 Abstract Views : 299 times
 PDF Downloaded : 31 times


This article can be traced from:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.