Persepsi Guru terhadap Pendidikan Multikultural di Pendidikan Anak Usia Dini

Authors

  • Maulida Nur Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Bina Bangsa
  • Amat Hidayat Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Bina Bangsa
  • Novita Sari Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Bina Bangsa https://orcid.org/0000-0001-5403-1791

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3266

Keywords:

anak usia dini, keberagaman budaya, pendidikan multikultural

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara kaya akan keragaman budaya sehingga menuntut warga Indonesia untuk saling menghargai. Lingkungan sekolah merupakan tempat yang tidak peka terhadap budaya, sehingga guru PAUD harus memiliki kemampuan untuk memahami dan mengajarkan pendidikan multikultural kepada peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi guru PAUD terhadap pendidikan multikultural. Metode kualitatif dan desain studi kasus dengan wawancara sebagai teknik pengambilan datanya. Selanjutnya akan dianalisis menggunakan grounded theory dengan tiga tahapan coding, mulai dari initial coding, focus coding, dan axial coding. Hasil dari analisis tersebut kemudian menghasilkan tema yaitu narasi guru tentang pendidikan multikultural, konstruksi keadilan dalam keragaman budaya di Indonesia, dan kendala para guru dalam mengajarkan keberagaman. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka saling menghargai keberagaman menjadi temuan pada pendidikan multicultural

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Novita Sari, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Bina Bangsa

Saya merupakan dosen tetap pada fakultas keguruan dan ilmu pendidikan pada jurusan PG-PAUD.

References

Adrya, V. (2021). Konflik Sampit: Latar Belakang, Konflik, dan Penyelesaian. Kompas News. https://www.kompas.com/stori/read/2021/07/30/090000179/konflik-sampit-latar-belakang-konflik-dan-penyelesaian?page=all

Ancis, J. R., & Phillips, J. (2006). Teaching and social justice: Integrating multicultural and feminist theories in the classroom. Teaching and Social Justice: Integrating Multicultural and Feminist Theories in the Classroom., June. https://doi.org/10.1037/10929-000

Arau. (2011). Early education for diversity: starting from birth. European Early Childhood Education Research Journal, 2(19), 223–235. https://doi.org/10.1080/1350293X.2011.574410

Aripudin, A. (2007). Dakwah damai: pengantar dakwah antarbudaya. Remaja Rosdakarya.

Ashmore, R. D., Jussim, L., Wilder, D. (2021). Social Identity, Intergroup Conflict, and Conflict Reduction. Univercity Press.

Ayu, N. (2016). The Implementation Of Multicultural Education In Putra Harapan Jununior School Purwekerto. IAIN Purwekerto. http://repository.iainpurwokerto.ac.id/2027

del Carmen Arau Riberio, M., Morgado, M., Chumbo, I., Gonçalves, A., Moreira da SILVA, M., & Coelho, M. (2018). Teaching with results in Higher Education. Instituto Politécnico de Bragança.

Denzin, N., & Lincoln, Y. (2009). Handbook of Qualitative Research. Pustaka Pelajar.

Djamba, Y. K., & Neuman, W. L. (2002). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. In Teaching Sociology (Vol. 30, Issue 3). https://doi.org/10.2307/3211488

Erika, F., Arifin, Z., & Supardi, I. (2019). Development of Student Worksheet for Improving the Self-efficacy and Ability to Argue of Chemistry Teacher Candidates. 95(Miseic), 131–134. https://www.atlantis-press.com/proceedings/miseic-19/125928571

Farinde-Wu, A., Glover, C. P., & Williams, N. N. (2017). It’s Not Hard Work; It’s Heart Work: Strategies of Effective, Award-Winning Culturally Responsive Teachers. Urban Review, 49(2), 279–299. https://doi.org/10.1007/s11256-017-0401-5

Gauvain, M., & Parke, R. D. (2010). Socialization. In M. H. Bornstein. In Handbook of cultural developmental science (pp. 239–258). Pysicology Press.

Ibrahim, Rustam. (2013). Pendidikan multikultural: Pengertian, Prinsip, dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam. ADDIN, Vol. 7, No.1. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Addin/article/view/573

Junanto, S., & Fajrin, L. P. (2020). Internalisasi pendidikan multikultural pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 8(1), 28–34. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPAUD/article/view/24338

Kemenprin. (2016). Kawasan Industri Banten Jadi Proyek Percontohan di Luar Jawa. https://www.kemenperin.go.id/artikel/14666/Kawasan-Industri-Banten-Jadi-Proyek-Percontohan-di-Luar-Jawa

Lehman, C. L. (2017). Multicultural competence: A literature review supporting focused training for preservice teachers teaching diverse students. Journal of Education and Practice, 8(10), 109–116. https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1139702.pdf

Maksum, Ali. (2013). Pluralisme dan Multikulturalisme: Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Aditya Media Publishing.

Maslikhah, Quo Vadis. (2007). Pendidikan Multikultur. STAIN Salatiga Press.

Moleong, L. J. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rosda Karya.

Morrison, G. S. (2016). Fundamental of Early Childhood Education, 8th edition. Pearson Education.

Nur, M., & Racmawati, Y. (2020). The perspectives of kindergarten teachers on the demands of teacher professionalism in rural areas. Taylor & Francis Group, 5, 213–217. https://doi.org/10.1201/9780429434914-36

Plata, M., & Robertson, H. M. (1998). Cultural sensitivity: A factor in the success for students of color. In Journal of Instructional Psychology, 25(2), 115–121.

Purbanova, R. (2017). Social Development of Children Under-Five as the Impact of Extramarital Pregnancy. Journal of Maternal and Child Health, 02(03), 213–222. https://doi.org/10.26911/thejmch.2017.02.03.03

Rahmawati. Yeni; Yi-Fong, Pai; Chen, H. (2014). The Necessity of Multicultural Education in Indonesia. International Journal of Education and Research, 2(10), 317–328. https://www.ijern.com/journal/2014/October-2014/25.pdf

Robinson, K. (2014). Ketegangan Antarsukubangsa, Orang Bugis, dan Masalah ‘Penjelasan.’ Antropologi Indonesia, 0(63), 1–4. https://doi.org/10.7454/ai.v0i63.3400

Ross, M., & Wang, Q. (2010). Why we remember and what we remember: Culture and autobiographical memory. Perspectives on Psychological Science, 5(4), 401–409. https://doi.org/10.1177/1745691610375555

Skeel. (1995). Elementary Social Studies: Challenge for Tomorrow’s World. HarcountBrce College Publishers.

Smith, J. A. (2013). Dasar-dasar Psikologi Kualitatif Pedoman Praktis Metode Penelitian. Nusa Media.

Sobarna, C. (2007). Bahasa Sunda Sudah diambang pintu Kematiankah? Makara Human Behavior Studies in Asia, 11(1), 13–17. https://doi.org/10.7454/mssh.v11i1.39

Solehuddin, M., & Adriany, V. (2017). Kindergarten teachers’ understanding on social justice: stories from Indonesia. SAGE Open, 7(4). https://doi.org/10.1177/2158244017739340

Yulindrasari, H., & Djoehaeni, H. (2019). Rebo nyunda: Is it decolonising early childhood education in Bandung, Indonesia? Journal of Pedagogy, 10(1), 57–75. https://doi.org/10.2478/jped-2019-0003

Zahrafani, U. (2017). Upaya Pemerintah dalam Menangani Konflik antar Suku di Kabupaten Kutai Timur. Jurnal Ilmu Pemerintahan Universitas Mulawarman, 4.

Downloads

Published

13-10-2022

How to Cite

Nur, M., Hidayat, A., & Sari, N. (2022). Persepsi Guru terhadap Pendidikan Multikultural di Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6208–6214. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3266

Issue

Section

Articles