Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana tenaga pengajar pada TK berbasis Islam khususnya TK Aisyiyah ABA Sawangan Kota Depok dalam mengkonstruksi identitas gender pada anak usia dini sesuai dengan nilai Kemuhammadiyahan dan misi Aisyiyah. penelitian ini berusaha untuk memahami bagaimana tenaga pengajar melihat anak-anak di sekolah berkembang, bernegosiasi dan mengkonstruksi gender yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori feminis poststrukturalis sebagai pisau analisis dengan metode kualitatif melalui studi kasus dengan grounded theory melalui teknik wawancara terbuka pada 3 orang pengajar yang dipilih secara acak (purposive sampling). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru melakukan kontrol pada permainan yang dilakukan oleh anak laki-laki dan perempuan yang mengarah pada konstruksi gender yang melekat selama ini serta pemahaman guru tentang konsep kodrat yang mengarahkan pada legitimasi aturan agama. Berdasarkan temuan tersebut, kami merekomendasikan agar guru di pendidikan anak usia dini untuk lebih sadar gender, dapat memberikan kesempatan yang sama bagi anak laki-laki dan perempuan dalam konteks Islam dan sesuai dengan visi Aisyiyah yang menekankan tentang Pendidikan yang berkeadilan.


Keywords


anak usia dini; identitas gender; feminist poststructuralist; konstruksi sosial