- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Desain Kegiatan Printing (Mencetak) Berbasis Bahan Alam dalam Meningkatkan Kreativitas Anak
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2804Keywords:
kreativitas, mencetak, bahan alam, anak usia diniAbstract
Kegiatan baru yang ditunjang oleh sebuah alat dan bahan akan menjadikan proses belajar yang menarik dan menyenangkan. Anak merasa jenuh akibat dari penggunaan LKA yang terus menerus menjadikan suatu kegiatan itu membosankan dan tidak merangsang perkembangan yang seharusnya terstimulasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan desain kegiatan printing berbasis bahan alam dalam meningkatkan kreativitas anak. Metode kualitatif deskriptif analitik dipilih dalam pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan yang menunjukkan hasil bahwasanya bahan alam memiliki potensi untuk menunjang suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kreativitas. Strategi meningkatkan kreativitas anak melalui kegiatan mencetak berbasis bahan alam meliputi: mencetak menggunakan buah belimbing, pelepah pisang, sinar matahari, sisir dan sikat, lilin, kuas dan cat air dan mencetak (berkreasi) menggunakan biji-bijian, sehingga dapat disimpulkan bahwa meningkatkan kreativitas anak dapat dilakukan melalui kegiatan printing (mencetak) berbasis bahan alam dengan desain yang telah di uraikan.
Downloads
References
Adi Supriyenti. (2013). Meningkatkan Kreativitas Seni Rupa Anak Melalui Kegiatan Mencetak Dengan Bahan Alam Di PAUD Aisyiyah Lansano Pesisir Selatan. SPEKTRUM PLS : Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 1(2), 15-32. https://doi.org/10.24036/spektrumpls.v1i2.2387
Afnilaswati, Desi Mariani, Erniwati, Junaida Sari Hasibuan, W. F. (2020). Peningkatan Kreativitas Anak TK Pada Masa Covid-19 Melalui Permainan Kolase Dengan Menggunakan Bahan Alam. Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2). https://doi.org/10.33061/jai.v4i1.3025
AslamialL, A. S. &. (2011). Strategi Pembetaiaran Anax Usia Dini. COMDES.
Augustivo Rivda, F. R. Y. (2020). Pengaruh Mencetak Bonggol Jagung Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(1), 482-487.
Debeturu, B., & Wijayaningsih, E. L. (2019). Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun melalui Media Magic Puffer Ball. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 239. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.180
Diana, R. R. (2006). Setiap Anak Cerdas! Setiap Anak Kreatif! Menghidupkan Keberbakatan dan Kreativitas Anak. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, 3(2), 485.
Fauziah, N. (2013). Penggunaan Media Bahan Alam Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak. Jurnal Ilmiah Visi, 8(1), 23 - 30. https://doi.org/10.21009/JIV.0801.4
Fauziddin, M. (2016). Penerapan Belajar Melalui Bermain Balok Unit Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini. Jurnal Curcilla, 1(3), 2. https://doi.org/10.22216/JCC.2016.v2i3.1277
Guerra, M., & Zuccoli, F. (2012). Finished and Unfinished Objects: Supporting Children's Creativity Through Materials. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 51, 721-727. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.08.231
Hasanah, U. (2018). Strategi Pembelajaran Aktif Untuk Anak Usia Dini. INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 23(2), 204-222. https://doi.org/10.24090/insania.v23i2.2291
Husna, H. P. (2017). Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini Dalam Keluarga. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, 15(2), 46-56. https://doi.org/10.24114/jkss.v15i2.8774
Ihsan Maulana, F. M. (2019). Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini di Era Revolusi 4.0. Jurnal Pendidikan Tambusai, 45(45), 95-98.
Iksan Farida, R. W. dan U. A. (2020). Peran Kegiatan Mengecap Dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 138-147. https://doi.org/10.33387/cp.v2i1.2109
Kurnia, S. D. (2015). Pengaruh Kegiatan Painting Dan Keterampilan Motorik Halus Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Dalam Seni Lukis. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2),
Nurmadiah. (2015). Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini. Al-Afkar, volume III, 1-28.
https://doi.org/10.28944/afkar.v3i1.101
Oktari, V. M. (2017). Penggunaan Media Bahan Alam Dalam Pembelajaran Di Taman Kanak-Kanak Kartika I-63 Padang. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 50.
Putro, K. Z. (2016). Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Bermain. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 16(1), 19. https://doi.org/10.14421/aplikasia.v16i1.1170
Tatik Ariyanti. (2007). Pentingnya Pendidikan Anak Usia ini Bagi Tumbuh Kembang Anak The Importance Of Childhood Education For Child Development. 7(3), 213-221.
Utami Munandar. (2014). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat (p. 10). Jakarta: Rineka Cipta.
Vika Arlita. (2017). Menigkatkan Kreativitas Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Kegiatan Mencetak Dari Bahan Alam. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 71-78. https://doi.org/10.30870/jpppaud.v4i1.4645
Wulansari, B. Y., & Sugito, S. (2016). Pengembangan model pembelajaran berbasis alam untuk meningkatkan kualitas proses belajar anak usia dini. Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(1), 16. https://doi.org/10.21831/jppm.v3i1.7919
Yeni Rachmawati, E. K. (2012). Strategi Pengembangan Kreativitas Pada Anak Usia Taman Kanak-Kanak (p. 13). Jakarta: Kencana.

