- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Pendidikan Seks bagi Anak Usia Dini dalam Persepsi Orang tua
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2502Keywords:
persepsi orang tua, pendidikan seks, anak usia diniAbstract
Persepsi merupakan pendapat individu yang dihasilkan dari penginderaan dalam memahami informasi dilingkungannya, melihat fenomena pelecehan seksual maka anak harus dibekali dengan  pengetahuan melindungi dirinya. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua  yang memiliki anak usia 5-6 tahun sebanyak sepuluh orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara sebagai upaya mengetahui bagaimana pengetahuan dan pengalaman orang tua , kemudian metode dokumentasi untuk arship kegiatan penelitian menemukan jawaban atas permasalahan yang diangkat. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa tidak semua  ayah dan ibu memiliki pandangan yang baik tentang pendidikan seks untuk anak kecil. Beberapa orang tua percaya bahwa instruksi seks tidak dan tidak masuk akal untuk ditunjukkan kepada anak-anak mereka. Berdasarkan pendidikan orang tua   pada responden teringgi adalah SMP tiga orang, SMA sebanyak lima orang, dan S1 dua Orang. Sebagian besar responden berpendapat bahwa pendidikan seks identik dengan perlakuan kegiatan birahi. berdasarkan pengalamamnya orang tua  tidak mendapatkan layanan pendidikan seks dari orang tua nya sehiingga tidak diajarkan kepada anakDownloads Statistics
References
Agustianti, D., & Jazariyah, J. (2021). The Role of Parenting in the Development of Talents and Interest of Children. AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, 7(2), 251. https://doi.org/10.24235/awlady.v7i2.8420
Amirudin. (2020). Pendidikan Seksual pada Anak dalam Hukum Islam. Jurnal Pendidikan Magister Pascasarjana PAI, 1(June), 14–25. https://journal.unsika.ac.id/index.php/pendidikan/article/view/782
Aprilia, A. (2015). Perilaku ibu dalam memberikan pendidikan seks usia dini pada anak pra sekolah (studi deskriptif eksploratif di TK IT Bina Insani Kota Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 3(1), 619–628. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/11555
Aulia, N. K. (2021). Penelitian Tentang Pentingnya Peran Orangtua Dalam Memberikan Pendidikan Seks Sejak Dini Melalui Media Komik Anak. Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM), 8(1), 61–68. https://doi.org/10.36706/jppm.v8i1.12714
Azzahra, Q. M. (2020). Pendidikan Seksual Anak Usia Dini: “My Bodies Belong To Me.†Early Childhood : Jurnal Pendidikan, 4(1), 77–86. https://doi.org/10.35568/earlychildhood.v4i1.736
Bakhtiar, N., & Nurhayati. (2020). Pendidikan seks bagi anak usia dini menurut hadist nabi. GENERASI EMAS Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DIni, 3(1), 36–44. https://journal.uir.ac.id/index.php/generasiemas/article/view/5383
Diza, N. (2021). Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur. Lembaga Kajian Keilmuan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. https://lk2fhui.law.ui.ac.id/pelecehan-seksual-terhadap-anak-di-bawah-umur
Erfiany, F. E., Suryawan, A., Nawangsari, N. A. F., & Wittiarika, I. D. (2021). the Perceptions, Attitudes and Behaviors of Mothers in Providing Early Sex Education. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 4(2), 168–178. https://doi.org/10.20473/imhsj.v4i2.2020.168-178
Fahria, F., & Said, S. A. (2020). Penerapan Pendidikan Seks dalam Perspektif Islam untuk Meningkatkan Karakter Religius Siswa SDIT Ibnu Hajar Kota Batu. Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Keislaman, 12(1), 55. https://doi.org/10.46339/foramadiahi.v12i1.265
Fatmawati, & Nurpiana. (2018). Pengetahuan Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Sejak Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Kesehatan Iqra, 6(2), 77–83.
Febriagivary, A. H. (2021). Mengenalkan Pendidikan Seksualitas Untuk Anak Usia Dini Melalui Metode Bernyanyi. Children Advisory Research and Education Jurnal CARE, 8(2), 2021. http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JPAUD/article/view/8554
Fitriani, D., Fajriah, H., & Wardani, A. (2021). Mengenalkan Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini Melalui Buku Lift the Flap “Auratku.†Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 7(1), 33. https://doi.org/10.22373/equality.v7i1.8683
Guspa, A., & Rahmi, T. (2014). Hubungan Antara Persepsi Terhadap Financial Reward dengan Komitmen Kerja pada Atlet. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang), 5(1), 1–11. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/psikologi/article/view/6635
Haryono, S. E., Anggareni, H., Muntomimah, S., & Iswahyudi, D. (2018). Impelementasi pendididkan sex pada anak usia dini di sekolah. JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia), 3(1), 24. https://doi.org/10.33366/japi.v3i1.839
KOMPAS.COM. (2021). Anak jadi korban kekerasan seksual mayoritas di sekolah berasrama. Kompas. https://nasional.kompas.com/read/2022/01/05/081331
Kurnia, N., & Tjandra, E. (2021). Bunda, Seks itu Apa Sih? Cara Cerdas dan Bijak Menjelaskan SEKS pada Anak (P. Gramedia (ed.)).
Maria, I., & Amalia, E. R. (2018). Perkembangan Aspek Sosial-Emosional dan Kegiatan Pembelajaran yang Sesuai untuk Anak Usia 4-6 Tahun. Institut Pesantren K.H. Abdul Chalim Mojokerto, 1–15. https://doi.org/10.31219/osf.io/p5gu8
Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosadakarya.
Mukri, S. G. (2018). Pendidikan Seks Usia Dini Dalam Perspektif Hukum Islam. Mizan: Journal of Islamic Law, 3(1). https://doi.org/10.32507/mizan.v3i1.153
Muslim, M., & Ichwan, I. (2021). Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini. PELANGI: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Islam Anak Usia Dini, 2(1), 60–73. https://doi.org/10.52266/pelangi.v2i1.576
Nadar, W. (2017). Persepsi Orang Tua Mengenai Pendidikan Seks Untuk Anak Usia Dini. Ya Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 77–90. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/YaaBunayya/article/view/2429
Nugraha, B. D. (2003). Pendidikan Seks Untuk Anak Dalam Islam. In Noura Books (Vol. 6, Issue 1). Noura Books.
Rahmawati, A., & Khamdani, F. (2021). Pendidikan Seksual Pada Anak Usia 7-9 Tahun Di Sd Negeri Glawan Kabupaten Semarang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan, 3(1), 36. https://doi.org/10.26714/jpmk.v3i1.6858
Ratnasari, R. F., & Alias, M. (2016). Pentingnya Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini. Jurnal Tarbawi Khatulistiwa, 2(2). http://openjurnal.unmuhpnk.ac.id/index.php/TaK/article/view/251
Roesli, M., Syafi, A., & Amalia, A. (2018). Kajian Islam Tentang Partisipasi Orang Tua Dalam Pendidikan Anak. Jurnal Darussalam; Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam, IX(2), 2549–4171. https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/darussalam/article/view/234
Septiani, R. D. (2021). Pentingnya Komunikasi Keluarga dalam Pencegahan Kasus Kekerasan Seks pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 10(1), 50–58. https://doi.org/10.21831/jpa.v10i1.40031
Soesilo, T. D. (2021). Pelaksanaan Parenting Pendidikan Seks (Pesek) Anak Usia Dini di PAUD Tunas Bangsa Ungaran Kabupaten Semarang. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 11(1), 47–53. https://doi.org/10.24246/j.js.2021.v11.i1.p47-53
Suhasmi, N. C., & Ismet, S. (2021). Materi Pendidikan Seks Bagi Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age, Vol. 5 No., Hal. 164-174. https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/jga/article/view/3486
Sundari, S. (2017). Seksual Usia Dini Dengan Pendekatan Asuhan Dini Kesehatan Reproduksi Di Kb-Tk Al-Azhar 38 Bantul. Jurnal Ilmu Kebidanan, 5(1), 85–96.

