Abstract


Kesehatan mental siswa anak usia dini telah menjadi perhatian yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir bahkan sebelum pandemi COVID-19. Tekanan dan pembatasan yang terkait dengan pandemi telah menempatkan para siswa Taman Kanak-kanak pada risiko yang lebih besar , yang dapat secara signifikan mengganggu perkembangan masa usia kanak-kanak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peran manajemen sekolah dalam kesehatan mental anak usia dini pada pandemi COVID-19. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan melakukan survei kepada kondisi keluarga, perkembangan fisik dan psikologis dan dampak pembelajaran jarak jauh dan pertanyaan terkait COVID-19 di daerah Antapani Bandung, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan dan depresi dalam kategori sedang, dan kategori cukup tinggi pada anak-anak yang tidak memiliki kegiatan dan hanya berdiam diri di Rumah selama pandemi covid 19. Hasil tersebut menyarankan agar manajemen sekolah dan orangtua lebih kreatif dalam memberikan kegiatan dan memperbarui strategi dan aktivitas sehingga dapat mengatasi kebosanan yang dirasakan oleh anak-anak danĀ  bermanfaat dalam interaksi sosial anak-anak dengan teman seusianya.


Keywords


manajemen sekolah; anak usia dini; kesehatan mental