Membangun Imunitas Anti Radikalisme pada Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Berbasis Nilai-Nilai Pesantren

Authors

  • Mohammad Rindu Fajar Islamy Departemen Pendidikan Umum, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia http://orcid.org/0000-0002-4856-7810
  • Yena Sumayana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sebelas April, Indonesia
  • Yusuf Ali Tantowi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2219

Keywords:

anti-radikalisme, anak usia dini, imunitas, pesantren, pembelajaran

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggagas konsep penanaman sistem imunitas anti-radikalisme pada anak usia dini melalui habituasi dan pendekatan proses pembelajaran berbasis nilai-nilai kepesantrenan. Wacana radikalisme, maupun intoleransi beragama dipandang sebagai suatu bentuk pemikiran yang sangat berbahaya bagi keutuhan negara serta bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama. Lembaga pesantren diharapkan dapat memberikan warna bagi terwujudnya upaya internalisasi nilai-nilai akhlakul karimah bagi anak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif, pengambilan data dilakukan berbasis wawancara, observasi, dan dokumentasi. Objek penelitian dilakukan kepada Kepala Sekolah dan lima guru di sekolah Raudatul Atfal Nurul Ansor di Kabupaten Bandung. Analisis data menggunakan kerangka Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa membangun imunitas anti-radikalisme dibangun atas empat pilar fundamental: 1) Membumikan Nilai-nilai kepesantrenan seperti menghargai pendapat, menjaga ukhuwwah, toleransi, 2) Penguatan Muatan Kurikulum Program Kegiatan Anak Berbasis Agama, 3) Metode Pembelajaran Berbasis Pendekatan Anak, 4) Habituasi dan Kultur. Implikasi riset sebagai salah satu upaya preventif pencegahan radikalisme berbasis nilai kepesantrenan

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

Abdullah, M. A. (2020). The intersubjective type of religiosity: Theoretical framework and methodological construction for developing human sciences in a progressive muslim perspective. Al-Jami’ah, 58(1), 63–102. https://doi.org/10.14421/ajis.2020.581.63-102

Al-Qardhawi, Y. (2001). al-á¹¢aḥwah al-IslÄmiyyah Bayn al-IkhtilÄf al-Mashrū’ Wa al-Tafarruq al-MadhmÅ«m. Cairo: Dar As-Syuruq.

Al-Qardhawi, Y. (2008). Kalimat fi Al-Wasatiyyah Al-Islamiyyah Wa Ma’alimuha. Cairo: Dar As-Syuruq.

Alam, M. (2020). A collaborative action in the implementation of moderate islamic education to counter radicalism. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 11(7), 497–516. https://www.ijicc.net/images/vol11iss7/11742_Alam_2020_E_R.pdf

Fuad, A. J. (2018). Pembelajaran Toleransi: Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menangkal Paham Radikal di Sekolah. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 9(Series 2), 561–571. http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/159

Josefsson, T., Nilsson, M., & Borell, K. (2017). Muslims Opposing Violent Radicalism and Extremism: Strategies of Swedish Sufi Communities. Journal of Muslim Minority Affairs, 37(2), 183–195. https://doi.org/10.1080/13602004.2017.1339498

Makbuloh, D. (2019). The Asah potential fitrah method in encountering radicalism in lampung. Pertanika Journal of Social Sciences and Humanities, 27(2), 937–947.

Masduqi, I. (2013). Deradikalisasi pendidikan Islam berbasis khazanah pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 1–20. https://doi.org/10.14421/jpi.2013.21.1-20

Mustofa, I., Enizar, Hadi, M., & Irwansyah, D. (2019). Reading types of islamic fundamentalism in lampung province: (A Study on Doctrine and Movement of Islamism at Lampung University). Qudus International Journal of Islamic Studies, 7(2), 267–300. https://doi.org/10.21043/qijis.v7i2.5719

Osafo, E. (2020). Tempered radicalism as an approach to revisiting indigenous forms of critical human resource development. European Journal of Training and Development, 45(2), 259–283. https://doi.org/10.1108/EJTD-03-2020-0049

Pitaloka, D. L., Dimyati, D., & ... (2021). Peran Guru dalam Menanamkan Nilai Toleransi pada Anak Usia Dini di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1696–1705. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.972

Purnamasari, Y. M., & Wuryandani, W. (2019). Media pembelajaran big book berbasis cerita rakyat untuk meningkatkan karakter toleransi pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 90–99. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.273

Rawwas, M. (1988). Dirasah Tahliliyyah Li Syahshiyati Ar-Rasul Muhammad (pp. 1–303). Dar An-Nafais.

Robi’aqalbi, R. (2019). Kebenaran dan Peranan Al-Qur’an dalam Kesempurnaan Sistem Imun Tubuh Manusia. Al-I’jaz : Jurnal Studi Al-Qur’an, Falsafah Dan Keislaman, 1(2), 40–55. https://doi.org/10.53563/ai.v1i2.22

Suyanto, B., Sirry, M., & Sugihartati, R. (2019). Pseudo-Radicalism and the De-Radicalization of Educated Youth in Indonesia. Studies in Conflict and Terrorism, 0(0), 1–20. https://doi.org/10.1080/1057610X.2019.1654726

Wilson, P. (2001). Radicalism for a Conservative Purpose: The Peculiar Realism of E. H. Carr. Millennium - Journal of International Studies, 30(1), 123–136. https://doi.org/10.1177/03058298010300010901

Downloads

Published

13-12-2022

How to Cite

Islamy, M. R. F., Sumayana, Y., & Tantowi, Y. A. (2022). Membangun Imunitas Anti Radikalisme pada Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Berbasis Nilai-Nilai Pesantren. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 7093–7104. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2219

Issue

Section

Articles