Abstract


Kabupaten Magelang merupakan daerah replete gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI). Anak-anak yang lahir dan tumbuh di Kabupaten Magelang berisiko mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan. Pada tingkat nasional terdapat program stimulasi, deteksi, intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK). Akan tetapi program ini masih memerlukan evaluasi karena persentase cakupan pelayanan SDIDTK di Kabupaten Magelang masih rendah (79,5%). Artikel ini bertujuan melakukan evaluasiĀ  pelaksanaan program SDIDTK di Kabupaten Magelang sebagai daerah endemik GAKI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan pada bulan Maret-Desember 2016. Informan sebanyak 20 orang, yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam. Data hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan kerangka Logic Frame Analysis (LFA). Kendala pelaksanaan program SDIDTK berupa keterbatasan jumlah SDM pelaksana, belum seluruh SDM pelaksana memperoleh pelatihan, keterbatasan sarana prasarana pendukung program, dan keterbatasan waktu pelaksanaan. Kader, orangtua, serta guru PAUD/TK potensial dilibatkan untuk mengatasi kendala keterbatasan jumlah SDM


Keywords


balita; pertumbuhan; perkembangan; SDIDTK; stimulasi