- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Meningkatkan Konsentrasi Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dengan Pendekatan Reinforcement melalui Metode Bermain Bunchems
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.177Keywords:
ADHD, Konsentrasi, Reinforcement, BunchemsAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah reinforcement yang digunakan didalam permainan bunchems dapat meningkatkan konsentrasi anak dengan gangguan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain Eksperimen Subjek Tunggal. Dalam penelitian ini dilakukan dengan 12 sesi dengan pembagian 4 baseline dan 8 intervensi. Permainan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bunchems dengan menggunakan teknik reinforcement. Didalam penelitian ini menggunakan 2 indikator yaitu; mengambil bunchems sesuai warna di instruksikan dan menyelesaikan permainan dengan waktu yang ditentukan.Dalam indicator tersebut diberikan teknik reinforcement, didalam indicator yang pertama reinforcement yang diberikan berupa pujian dan tepuk tangan, sedangkan pada indicator kedua memberikan reinforcement positive dan negative. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis visual yang dibagi menjadi 2 yaitu dalam kondisi dan antar kondisi. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui perubahan konsentrasi anak sebelum dan sesudah dilakukannya treatment reinforcement. Berdasarkan data analisis yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa teknik reinforcement dalam bermain bunchems memiliki pengaruh positif terhadap indicator mengambil bunchems sesuai warna di instruksikan dan menyelesaikan permainan dengan waktu yang ditentukan. Diharapkan penelitian dilakukan lebih lama dan peneliti lebih tegas terhadap subjek.
Downloads Statistics
References
Amalia, R. (2018). Intervensi terhadap Anak Usia Dini yang Mengalami Gangguan ADHD Melalui Pendekatan Kognitif Perilaku dan Alderian Play Therapy. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 27. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i1.4
Anam, K., . P., & D.S., A. C. (2018). Upaya Meningkatkan Kosentrasi Belajar Anak Melalui Bermain Papan Titian Di Tk Indria Desa Kutosari Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Paudia : Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2). https://doi.org/10.26877/paudia.v6i2.2106
El-Nagger, N. S., Abo-Elmagd, M. H., & Ahmed, H. I. (2017). Effect of applying play therapy on children with attention deficit hyperactivity disorder. Journal of Nursing Education and Practice, 7(5), 104. https://doi.org/10.5430/jnep.v7n5p104
Hatiningsih, N. (2013). Play Therapy Untuk Meningkatkan Konsentrasi pada Anak Attention Deficit Hyperctive Disorder (ADHD). Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 01(02), 324342.
Hidayati, R. (2017). Peran Konselor Sekolah Dalam Meningkatkan Konsentrasi Pada Siswa Hiperaktif (Adhd). Refleksi Edukatika, 5(1). https://doi.org/10.24176/re.v5i1.431
Kementerian Kesehatan. (2014). Situasi Penyandang Disabilitas. Situasi Penyandang Disabilitas, 2(1), 15. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2
Nuryana, A., & Purwanto, S. (2010). Efektivitas Brain Gym dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak. Indigenous, Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi, 12(1), 8899. Retrieved from http://210.212.91.105:8080/jspui/handle/123456789/895
Papalia, D. . & etc. a. (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan). In Cetakan ke-1, edisi ke-9. https://doi.org/10.1038/nature05019
Reinschluessel, A. V., & Mandryk, R. L. (2016). Using Positive or Negative Reinforcement in Neurofeedback Games for Training Self-Regulation (pp. 186198). https://doi.org/10.1145/2967934.2968085
Riyati. (2018). Self Instructional Dan Positive Reinforcement Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Penyandang Disabilitas Tubuh Di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Cimahi. Pekerjaan Sosial, 15(2). https://doi.org/10.31595/peksos.v15i2.88
Wulandari, R., & Masruri, M. S. (2016). Peningkatan Hasil Belajar Ips Melalui Metode Simulasi Dengan Reinforcement Di Smpn 2 Jetis Bantul. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 3(1), 62. https://doi.org/10.21831/hsjpi.v3i1.9696

