Abstract


Guru mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi awal anak berkebutuhan khusus yang ada di sekolah inklusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan identifikasi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan penelitian dan pengembangan. Sampel penelitian ini adalah para guru yang mengajar di lembaga Taman Kanak-kanak yang bertugas di provinsi DKI Jakarta dengan jumlah guru 51 orang. Penelitian ini menghasilkan sebuah produk berupa panduan mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus. Kebaruan penelitian ini adalah dihasilkannya panduan yang mengelaborasi model pengembangan Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation dengan model Rowentree yang telah teruji. Dampak dihasilkannya panduan ini adalah adanya tahapan perencanaan, persiapan, serta tahapan penulisan dan penyuntingan yang dapat memudahkan para guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus di sekolah. Pengembangan produk panduan ini perlu terus dilakukan di lapangan dan dikembangkan agar lebih teruji lagi.


Keywords


: anak berkebutuhan khusus; identifikasi; panduan; sekolah inklusi