Performa Kalimat Anak pada Masa Konstruksi Sederhana: Studi Kasus terhadap Anak Usia 4 Tahun

Mustika Yumi(1Mail), Atmazaki Atmazaki(2), Erizal Gani(3),
(1) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Padang, Indonesia, Indonesia
(2) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Padang, Indonesia, Indonesia
(3) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Padang, Indonesia, Indonesia

Mail Corresponding Author
Copyright (c) 2019 Mustika Yumi, Atmazaki Atmazaki, Erizal Gani

DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.162

Full Text:    Language : id
Submitted : 2019-02-08
Published : 2019-02-26

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kalimat yang diperoleh anak pada masa konstruksi sederhana. Masa kontruksi sederhana seorang anak berlangsung pada saat seorang anak berusia tiga sampai lima tahun. Pada masa ini anak sudah mengawali tuturan dalam bentuk kalimat-kalimat yang sederhana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data diperoeh dengan teknik simak-lihat-cakap dengan bantuan alat rekam dan catat. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah seorang anak perempuan berusia empat tahun yang menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Data dalam penelitian ini adalah semua tuturan anak usia empat tahun yang dikumpulkan dalam waktu yang berbeda. Penganalisisan dilakukan dalam lima tahap, yaitu tuturan ditranskripsikan dalam bentuk bahasa tulis, diinventarisasi, diidentifikasi, diklasifikasikan, dan dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tuturan anak usia empat tahun atau anak yang berada pada masa kontruksi sederhana sudah mampu menghasilkan tuturan dalam bentuk kalimat yang beragam. Kalimat tersebut berbentuk kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif. Bentuk kalimat yang sering muncul adalah kalimat deklaratif, sedangkan yang jarang muncul adalah kalimat imperatif.


Keywords


Pemerolehan; Kalimat; Konstruksi Sederhana

References


Alwi. (2003). Tata bahasa baku bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Chaer. (2009). Psikolinguistik: kajian teoritis. Jakarta: Rineka Cipta.

Dardjowidjojo. (2000). Echa: kisah pemerolehan bahasa anak Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Djuwarijah. (2017). Pemerolehan Bahasa Telegram dan Kalimat Anak Usia Prasekolah dan SD. Konstruktivisme, 9(1).

Elvira. (2014). Pemerolehan Sintaksis Anak pada Masa Konstruksi Sederhana (Studi Kasus terhadap Seorang Anak). Retrieved from http://repository.unp.ac.id.

Joni. (2015). Hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan bahasa anak prasekolah (3-5 tahun) di paud al-hasanah tahun 2014. Obsesi, 1(1).

Maksan. (1993). Psikolinguistik. Padang: IKIP Padang Press.

Manaf. (2010). Sintaksis: teori dan terapannya dalam bahasa Indonesia. Padang: Sukabina Press.

Mayora. (2017). Bentuk Kalimat Imperatif dalam Bahasa Minangkabau di Kanagarian Kunang Parit Rantang Kabupaten Sijunjung. Retrieved from http://ejurnal.bunghatta.ac.id

Rasyid dan Pramesti. (2017). Acquisition of Single Sentence by Children 4 Years Old Though Traditional Games. ASSEHR, 148.

Salnita. (2019). Language Acquisition for Early Childhood. Obsesi, 3(1).

Septia. (2017). Pemerolehan Sintaksis Bahasa Minangkabau: Studi Kasus Pada Seorang Anak Usia 3;0-4;0. Metalingua, 15(2).

Suardana. (2012). Metode linguistik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.


Article Metrics

 Abstract Views : 87 times
 PDF Full Text Downloaded : 87 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.