Pola Pembelajaran Science di Prasekolah

Author


Chintia Eka Putri(1Mail), Sugito Sugito(2),
(1) Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
(2) Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 363KB]  Language: id
Available online: 2021-07-31  |  Published : 2021-07-31
Copyright (c) 2021 Chintia Eka Putri, Sugito Sugito
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 177 times PDF Downloaded: 34 times

Abstract


Pembelajaran sains selama ini dipandang sebagai suatu pembelajaran yang menyulitkan dan memerlukan banyak bahan serta pengetahuan yang cukup luas sehingga masih sangat perlu dicari pola implementasinya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang pola pembelajaran Science yang berkembang di Prasekolah. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka. Jenis analisis yaitu deskriptif kualitatif melalui proses telaah literatur yang berasal dari penelusuran database jurnal nasional dan internasional. Artikel kemudian diambil melalui seleksi dengan kriteria tertentu. Lima belas artikel ilmiah memenuhi kriteria yaitu : (a) Fokus di model pembelajaran sains(b)Hasil stimulasi (c)Anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua pola pembelajaran sains yang sering diterapkan yaitu pola pembelajaran direct dan indirect. Selain itu pembelajaran sains efektif untuk menstimulasi perkembangan pada tiga ranah utama yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif

Keywords


pembelajaran; sains;anak usia dini;stimulasi

References


Adbo, K., & Carulla, C. V. (2020). Learning about science in preschool: play-based activities to support children's understanding of chemistry concepts. International Journal of Early Childhood, 52(1), 17-35. https://doi.org/10.1007/s13158-020-00259-3

Aufan, A. M. A. (2011). The Effect of Direct Instruction Strategy on Math Achievement. International Journal of Education Studies, 4(4), 199-205.

Bennett, J. (2016). Bringing science to life: Research evidence. In Teachers creating context-based learning environments in science (pp. 19-39). Brill Sense. https://doi.org/10.1002/sce.20186

Broström, S. (2015). Science in early childhood education. Journal of Education and Human Development, 4(2), 1. https://doi.org/10.15640/jehd.v4n2_1a12

Dewi, A. C., Hapidin, H., & Akbar, Z. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran dan Kemampuan Berpikir Kritis terhadap Pemahaman Sains Fisik. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 18-29. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.136

Dogan, Y., & Simsar, A. (2018). Preschool Teachers' Views on Science Education, the Methods They Use, Science Activities, and the Problems They Face. International Journal of Progressive Education, 14(5), 57-76. https://doi.org/10.29329/ijpe.2018.157.6

Dwirahmah, E. (2013). Peningkatan Kreativitas Melalui Pendekatan Inquiri dalam Pembelajaran Sains. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 7(2), 240-250. https://doi.org/10.21009/Jpud.072.04

Fardiah, F., Murwani, S., & Dhieni, N. (2019). Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Sains. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 133-140. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.254

Guo, Y., Piasta, S. B., & Bowles, R. P. (2015). Exploring preschool children's science content knowledge. Early Education and Development, 26(1), 125-146. https://doi.org/10.1080/10409289.2015.968240

Howitt, C., Lewis, S., & Upson, E. (2011). 'It's a Mystery': A Case Study of Implementing Forensic Science in Preschool as Scientific Inquiry. Australasian Journal of Early Childhood, 36(3), 45-55. https://doi.org/10.1177/183693911103600307

Hurlock, E. B. (2000). Perkembangan anak jilid 1 edisi 6. Jakarta: Erlangga.

Joyce, D. (2009). Models Of Teaching. Jogjakarta: Pustaka Belajar.

Kang, J., Liu, M., & Qu, W. (2017). Using gameplay data to examine learning behavior patterns in a serious game. Computers in Human Behavior, 72, 757-770. https://doi.org/10.1016/j.chb.2016.09.062

Khaeriyah, E., Saripudin, A., & Kartiyawati, R. (2018). Penerapan metode eksperimen dalam pembelajaran sains untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. AWLADY: Jurnal Pendidikan Anak, 4(2), 102-119.
https://doi.org/10.24235/awlady.v4i2.3155

Levy, S. T. (2013). Young children's learning of water physics by constructing working systems. International Journal of Technology and Design Education, 23(3), 537-566. https://doi.org/10.1007/s10798-012-9202-z

Magasida, D. (2017). Penerapan Metode Discovery Inkuiri Pada Pembelajaran Sains Anak Usia Dini. AWLADY: Jurnal Pendidikan Anak, 3(1).
https://doi.org/10.24235/awlady.v3i1.1395

Mantzicopoulos, P., Patrick, H., & Samarapungavan, A. (2013). Science literacy in school and home contexts: Kindergarteners' science achievement and motivation. Cognition and Instruction, 31(1), 62-119. https://doi.org/10.1080/07370008.2012.742087

Mantzicopoulos, P., Samarapungavan, A., & Patrick, H. (2009). "We learn how to predict and be a scientist": Early science experiences and kindergarten children's social meanings about science. Cognition and Instruction, 27(4), 312-369.
https://doi.org/10.1080/07370000903221726

Mustika, Y., & Nurwidaningsih, L. (2018). Pengaruh Percobaan Sains Anak Usia Dini terhadap Perkembangan Kognitif Anak di TK Kartika Siwi Pusdikpal Kota Cimahi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 94-101. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i1.12

Nazir, M. (2014). Metode Penelitian [Research Methods]. Bogor: Ghalia Indonesia.

Nirmala, B. (2014). Peningkatan Hasil Belajar Sains Melalui Science Process Skills Approach. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 8(2), 231-240. https://doi.org /10.21009/Jpud.082.04

Noor, F. M. (2020). Memperkenalkan Literasi Sains Kepada Peserta Didik: Perspektif Calon Guru PIAUD. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 8(1), 056. https://doi.org/10.21043/thufula.v8i1.7066

Nugraha, A. (2008). Pengembangan Sains Pada Anak Usia Dini. Bandung: Jilsi Foundation Pembelajaran.

OECD. (2018). PISA 2015. PISA Result in Focus. Retrieved from https://www.oecd.org/pisa/publications/pisa-%0A2018-results.htm

Olcer, S. (2017). Science Content Knowledge of 5-6 Year Old Preschool Children. International Journal of Environmental and Science Education, 12(2), 143-175.

Patrick, H., & Mantzicopoulos, P. (2015). Young children's motivation for learning science. In Research in early childhood science education (pp. 7-34). Springer. https://doi.org/10.1007/978-94-017-9505-0_2

Permendikbud Indonesia Nomor 146. (2014). Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Menteri Pendidikan.

Poppyariyana, A. A., & Munajat, A. (2020). Pengaruh Permainan Sains Terhadap Kemampuan Berpikir Logis Anak. Awlady: Jurnal Pendidikan Anak, 6(1), 1-16. https://doi.org/10.24235/awlady.v6i1.5779

Rahmah, R. (2019). Persepsi Guru Tentang Pembelajaran Sains Anak Usia 5-6 Tahun di Gugus II Melati Kecamatan Simpang Tiga Pekanbaru. KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education, 1(2), 89-101.
https://doi.org/10.24014/kjiece.v1i2.6656

ahmawati, N. (2018). Pengembangan Alat Permainan Edukatif Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di Madrasah Ibtidaiyah Wahid Hasyim Sleman Yogyakarta. Lisan Al-Arab: Journal of Arabic Language And Arabic Teaching, 7(1), 37-44. https://doi.org/ 10.15294/la.v7i1.26072

Saepudin, A. (2011). Pembelajaran Sains Pada Program Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Teknodik, XV(2), 213-226.

Sanjaya, W. (2007). Buku Materi Pokok: Kajian Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Santrock, J. W. (2007). Perkembangan Anak. 11h Edition. Jakarta: Erlangga.

Smolleck, L. (2011). Playing with science: An investigation of young children's science conceptions and misconceptions. Current Issues in Education, 14(1).

Suyanto, S. (2005). Dasar-dasar pendidikan anak usia dini. Yogyakarta: Hikayat Publishing.

Tatminingsih, S. (2019). Alternatif Stimulasi Kemampuan Kognitif melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Permainan Komprehensif. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 183-190. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.130

Tohir, M. (2019). Hasil PISA Indonesia Tahun 2018 Turun Dibanding Tahun 2015. 2018-2019. https://doi.org/10.31219/osf.io/pcjvx

UNEP. (2012). 21 Issues for the 21st Century: Result of the UNEP Foresight Process on Emerging Environmental Issues. In Environmental Development (Vol. 2). https://doi.org/10.1016/j.envdev.2012.03.005

Watanabe, M., McLaughlin, T. F., Weber, K. P., & Shank, L. (2013). The effects of using direct instruction to teach coin counting and giving change with a young adult: A case report. International Journal of Basic and Applied Science, 2(1), 150-159.

Widayati, J. R., Safrina, R., & Supriyati, Y. (2020). Analisis Pengembangan Literasi Sains Anak Usia Dini melalui Alat Permainan Edukatif. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 654-664. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.692

Widiyatmoko, A., & Shimizu, K. (2018). An overview of conceptual understanding in science education curriculum in Indonesia. Journal of Physics: Conference Series, 983(1), 12044. https://doi.org/10.1088/1742-6596/983/1/012044

Witarsa, R., & Dista, D. X. (2019). Analisis Jawaban Siswa Usia 6 sampai 8 tahun terhadap Pembelajaran Sains Kreatif. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 58-66. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.288

Woolfolk, A. (2009). Educational Psychology Active Learning Edition. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Yunansah, H. (2014). Fenomena Fisika Dalam Mengembangkan Keterampilan Sains Anak Usia Dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2).
https://doi.org/10.17509/cd.v5i2.10504

Zulaiha, D., & Rohman, A. (2020). Strategi Guru dan Keterlibatan Orangtua dalam Pemahaman Konsep Sains Anak Selama Covid-19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1248-1260. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.816


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.