Memahami Bahasa Anak Usia 14 Bulan melalui Unsur “Non-Linguistik”

Risanti Amelin(1), Syahrul Ramadan(2), Erizal Gani(3),
(1) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Padang  Indonesia
(2) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Padang  Indonesia
(3) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Padang  Indonesia

Corresponding Author
Copyright (c) 2019 Risanti Amelin, Syahrul Ramadan, Erizal Gani

DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.155

Full Text:    Language : id
Submitted : 2019-01-31
Published : 2019-02-07

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses memahami bahasa anak melalui aktivitas dan unsur non-linguistik. Unsur non-linguistik yang dimaksud seperti gerak isyarat, ekspresi, dan benda yang ditunjuk si anak. Ada dua penyebab yakni, Pertama, bahasa anak masih terbatas. Kedua, yang diucapkan  sang anak adalah sesuatu yang paling menarik perhatiannya. Subjek penelitian ini adalah seorang anak laki-laki bernama Riziq Alfath Aguero. Riziq berusia 14 bulan. Peneliti melakukan pengamatan terhadap  dua rekaman video yang telah dilakukan terhadap anak yang di amati. Dua video tersebut dilakukan pada waktu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan ekspresi muka dan gerak tubuh membantu orang sekitar untuk memahami yang dimaksud sang anak


Keywords


Bahasa; Memahami Bahasa Anak; Anak Usia Dini; Non-linguistik

References


Budhiono, R. H. (2011). Pemerolehan fonologis pada anak usia 0—2 tahun. Adabyyat, 10(1).

Fatmawati, S. R. (2015). Pemerolehan bahasa pertama anak menurut tinjauan psikolinguistik. Lentera, 18(1), 63–75.

Hollysa, A. (2018). pemerolehan bahasa Indonesia pada anak usia 0-2 tahun: Kajian Psikolinguistik. LINGUA, 15(1), 45–52. https://doi.org/DOI: 10.30957

Kdk. Ary Kunti Putri, I Wayan Rasna1, I. N. S. (2012). pemerolehan bahasa Indonesia pada anak usia dini di desa Beraban, kecamatan Kediri kabupaten Tabanan. Program Studi Pendidikan Bahasa, Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia. Retrieved from http://oldpasca.undiksha.ac.id/e journal/index.php/jurnal_bahasa/article/view/1436/1109

Margono, S. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Rina Devianty. (2016). Pemerolehan bahasa dan gangguan bahasa pada anak usia batita. Raudhah, 4(1).

Safitri, Y. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan bahasa balita di UPTD kesehatan baserah tahun 2016. Jurnal Obsesi, 1(2), 148–155.

Sebayang, S. K. H. (2018). Analisis pemerolehan bahasa pertama (bahasa melayu ) pada anak usia 3 tahun. Jurnal Pena Indonesia, 4(1), 106–114.

Tarigan, H. G. (2009). Psikolinguistik. Bandung: Angkasa.

Tussolekha, R. (2015). Mekanisme pemerolehan bahasa pada anak usia satu dan lima tahun. Jurnal Pesona, 1(2), 59–70.

Urška Fekonja, L. M. U. & S. K. (2014). Free play as a context for children’s language development. University of Ljubljana, Faculty of Arts, Slovenia. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/267772762

Winda Rianti. (2016). Meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui permainan tata angka pada anak usia dini. Jurnal PAUD Tambusai, 2(2), 36–42.


Article Metrics

 Abstract Views : 90 times
 PDF Full Text Downloaded : 100 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.