- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Memahami Bahasa Anak Usia 14 Bulan melalui Unsur “Non-Linguistik”
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.155Keywords:
Bahasa, Memahami Bahasa Anak, Anak Usia Dini, Non-linguistikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses memahami bahasa anak melalui aktivitas dan unsur non-linguistik. Unsur non-linguistik yang dimaksud seperti gerak isyarat, ekspresi, dan benda yang ditunjuk si anak. Ada dua penyebab yakni, Pertama, bahasa anak masih terbatas. Kedua, yang diucapkan sang anak adalah sesuatu yang paling menarik perhatiannya. Subjek penelitian ini adalah seorang anak laki-laki bernama Riziq Alfath Aguero. Riziq berusia 14 bulan. Peneliti melakukan pengamatan terhadap dua rekaman video yang telah dilakukan terhadap anak yang di amati. Dua video tersebut dilakukan pada waktu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan ekspresi muka dan gerak tubuh membantu orang sekitar untuk memahami yang dimaksud sang anak
Downloads
References
Budhiono, R. H. (2011). Pemerolehan fonologis pada anak usia 0—2 tahun. Adabyyat, 10(1).
Fatmawati, S. R. (2015). Pemerolehan bahasa pertama anak menurut tinjauan psikolinguistik. Lentera, 18(1), 63–75.
Hollysa, A. (2018). pemerolehan bahasa Indonesia pada anak usia 0-2 tahun: Kajian Psikolinguistik. LINGUA, 15(1), 45–52. https://doi.org/DOI: 10.30957
Kdk. Ary Kunti Putri, I Wayan Rasna1, I. N. S. (2012). pemerolehan bahasa Indonesia pada anak usia dini di desa Beraban, kecamatan Kediri kabupaten Tabanan. Program Studi Pendidikan Bahasa, Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia. Retrieved from http://oldpasca.undiksha.ac.id/e journal/index.php/jurnal_bahasa/article/view/1436/1109
Margono, S. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Rina Devianty. (2016). Pemerolehan bahasa dan gangguan bahasa pada anak usia batita. Raudhah, 4(1).
Safitri, Y. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan bahasa balita di UPTD kesehatan baserah tahun 2016. Jurnal Obsesi, 1(2), 148–155.
Sebayang, S. K. H. (2018). Analisis pemerolehan bahasa pertama (bahasa melayu ) pada anak usia 3 tahun. Jurnal Pena Indonesia, 4(1), 106–114.
Tarigan, H. G. (2009). Psikolinguistik. Bandung: Angkasa.
Tussolekha, R. (2015). Mekanisme pemerolehan bahasa pada anak usia satu dan lima tahun. Jurnal Pesona, 1(2), 59–70.
Urška Fekonja, L. M. U. & S. K. (2014). Free play as a context for children’s language development. University of Ljubljana, Faculty of Arts, Slovenia. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/267772762
Winda Rianti. (2016). Meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui permainan tata angka pada anak usia dini. Jurnal PAUD Tambusai, 2(2), 36–42.

