Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perspektif dan paradigma baru bagi masyarakat tentang konsep pendidikan hafidz Qur’an pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Wawancara dan observasi dilakukan  untuk meninjau lebih dalam tentang pembelajaran dan pengalaman yang diterapkan oleh orangtua serta sisi kehidupan anak yang menghafal Al-Qur’an sejak dini. Subyek penelitian ini adalah orang tua dari Hilya Qonita, juara 1 program hafidz Indonesia RCTI 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini mampu untuk menghafal Al-Qur’an 30 juz apabila diberikan stimulasi oleh orang tua sejak bayi bahkan sejak dalam kandungan. Peran dan teladan orang tua sangat menentukan keberhasilan anak dalam menghafal Al-Qur’an. Hasil penelitian ini memberikan perspektif baru bahwa Al-Qur’an memberikan keberkahan bagi orang tua dan anak. Anak yang didahulukan dengan ilmu Al-Qur’an lebih mudah untuk menguasai ilmu lainnya.


Keywords


pendidikan Al-Qur’an; hafidz Qur’an; anak usia dini