Pendidikan Karakter Anak Usia Dini melalui Sastra Klasik Fabel Versi Daring

Juanda Juanda(1),
(1) Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar  Indonesia

Corresponding Author
Copyright (c) 2019 Juanda Juanda

DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.126

Full Text:    Language : id
Submitted : 2018-11-28
Published : 2019-01-08

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi nilai-nilai karakter dalam fabel media daring di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari web http://repositori.kemdikbud.go.id. kumpulan fabel Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik noninteraktif dengan melakukan pembacaan intensif pada fabel dan melakukan pencatatan secara aktif dengan metode analisis isi. Validitas data untuk menguji validitas penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Analisis data dilakukan dengan mengikuti model Miles dan Huberman (1994), yaitu: (1) melakukan identifikasi fable sebagai objek penelitian, (2) melakukan reduksi data, (3) menyajikan data, (4) menginterpretasikan data yang diperoleh sesuai teori, dan (5) menyusun simpulan. Pendidikan karakter yang ditemukan ada empat belas yaitu: peduli, hormat, kerja sama, penolong, demokrasi, berbakti, rendah hati, kreatif, pemaaf, pemberani, disiplin, kerja keras, jujur, dan religius. Pendidikan karakter dalam fabel dapat diterapkan pada pembentukan karakter anak usia dini  dengan pengasuhan anak usia dini (sejak bayi) dan pendidikan dini anak-anak dengan cara yang sejalan dengan orientasi perspektif anak, yaitu:1.Melihat anak itu sebagai pribadi; 2.Keikutsertaan yang empati dengan anak; 3.Sikap interpretatif menghormati anak ungkapan-ungkapan dan arti kehidupan dunia; 4.Membimbing anak dengan cara yang sensitif 5.Perawatan dini dan pendidikan adalah proses dialogis antara anak dan pengasuh/guru


Keywords


Fabel; Karakter; Anak Usia Dini

References


Anwar, H. S. (2013). Membangun Karakter Bangsa.” Jurnal At’Ta’dibe. Jurnal Al’Ta’dib, 8(1), 1–17.

Betawi, A. (2018). Calling for character education: Promoting moral integrity in early childhood education in jordan. Early Child Development and Care, 0(0), 1–12. https://doi.org/10.1080/03004430.2018.1489383

Bower, C., Conan, A., Bernard, G., Archer, W., Bennett, A., Chesterton, G. K., … Mase, J. (2015). Against Moral Seriousness as a Literary Value : Casement , Conrad , and Leavis. https://doi.org/10.1093/camqtly/bfu037

Budiman, M. (2012). Meninjau kembali hubungan antara sastra dan budi pekerti. Jurnal Pendidikan Karakter.

Cremin, T., Flewitt, R., Swann, J., Faulkner, D., & Kucirkova, N. (2018). Storytelling and story-acting: Co-construction in action. Journal of Early Childhood Research, 16(1), 3–17. https://doi.org/10.1177/1476718X17750205

Dibattista, M. (2007). Yeats as a Writer of Fiction, 9(1), 45–58. https://doi.org/10.1093/litimag/imm011

E, K. (2013). Sastra Klasik sebagai Wahana Efektif dalam Pengembangan Pendidikan Karakter. Jurnl Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia.

Endang, W. (2015). Pembelajaran Sastra Berbasis Karakter. Jurnal Bhasa Dan Sastra, 2(2), 157–164.

Ernawati. (2017). Menumbuhkan nilai Pendidikan Karakter Anak Melalui Dongeng Fabel dalam Pembelajaran. Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 4, 120–133.

Gildersleeve, J., & Batorowicz, B. (2018). ‘He is telling us fairy tales’: parental anxiety and wartime childhood in Life is Beautiful , The Boy in the Striped Pajamas and Fairy Tales from Auschwitz. Holocaust Studies, 24(1), 26–44. https://doi.org/10.1080/17504902.2017.1340074

Hay, D. F., Nash, A., & Pedersen, J. (1981). Responses of Six-Month-Olds to The Distress of Their Peers. Child Development, 52(3), 1071–1075.

Hodges, T. S., McTigue, E., Wright, K. L., Franks, A. D., & Matthews, S. D. (2018). Transacting With Characters: Teaching Children Perspective Taking With Authentic Literature. Journal of Research in Childhood Education, 32(3), 343–362.

Hutchison, H. (2013). Just Literary: Henry James and “the Law School Experiment.” Literary Imagination, 15(1), 36–47. https://doi.org/10.1093/litimag/imt025

Irawati, R. P. dan N. P. (2013). Nilai-Nilai Moralitas dan Budaya Asing Dalam Sastra Anak Terjemahan Melalui Pemaknaan Sastra Anak Oleh Anak. Lingua, 9(1), 46–53.

Jose, P. E., D’Anna, C. A., & Balsink Krieg, D. (2005). Development of the Comprehension and Appreciation of Fables. Genetic, Social, and General Psychology Monographs, 131(1), 5–37.

Khimji, F., & Maunder, R. E. (2012). Mediational Tools in Story Construction: An investigation of cultural influences on children’s narratives. Journal of Early Childhood Research, 10(3), 294–308.

Lee, G.-L. (2013). Re-emphasizing Character Education in Early Childhood Programs: Korean Children’s Experiences. Childhood Education, 89(5), 315–322. https://doi.org/10.1080/00094056.2013.830907

Lickona, T. (1999). Character Education: Seven Crucial Issues. Action in Teacher Education, 20(4), 77–84. https://doi.org/10.1080/01626620.1999.10462937

Lwin, S. M. (2017). Narrativity and creativity in oral storytelling: Co-constructing a story with the audience. Language and Literature, 26(1), 34–53. https://doi.org/10.1177/0963947016686602

Marta, R. A. (2014). Peran Sastrdalam Pembentukan Pendidikan Karakter Anak Bangsa. Wahana Didaktika.

Maryasa, Rizki, Iqbal Hilal, dan E. S. A. (2014). Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMPN 1 Gunungsugih. Jurnal Kata, Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 1–12.

Nurgiyantoro, B. (2010). Sastra Anak dan Pembentukan Karakte. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 29, 25–36.

One, S. T. (2005). No Title. European Early Childhood Education Research Journal, 13(2), 25–39.

Setiawati, L. (2015). Pembentukan Karakter siswa Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurnal Pendidikan, 16(1), 65–73.

Sherbine, K. (2016). Emerging childhoods and immanent becomings: considering difference in one child’s encounters with popular culture. Discourse, 37(5), 785–797. https://doi.org/10.1080/01596306.2015.1075732

Shoshani, A. (2018). Young Children’s Character Strengths and Emotional Well-Being: Development of The Character Strengths Inventory for Early Childhood. The Journal of Positive Psychology, 1–17.

Sommer, D., Pramling Samuelsson, I., & Hundeide, K. (2013). Early childhood care and education: A child perspective paradigm. European Early Childhood Education Research Journal, 21(4), 459–475. https://doi.org/10.1080/1350293X.2013.845436

Spencer, T. D., Petersen, D. B., Slocum, T. A., & Allen, M. M. (2015). Large group narrative intervention in Head Start preschools: Implications for response to intervention. Journal of Early Childhood Research. https://doi.org/10.1177/1476718X13515419

Suryaman, M. (2018). Pendidikan karakter Melalui Pembelajaran Sastra. Cakrawala Pendidikan, Jurnal Ilmiah Pendidikan, 29(edisi Khusus), 112–126.

Van Tongeren, D. R., Green, J. D., Hulsey, T. L., Legare, C. H., Bromley, D. G., & Houtman, A. M. (2014). A Meaning-Based Approach to Humility: Relationship Affirmation Reduces Worldview Defense. Journal of Psychology and Theology, 42(1), 62–69.

Wahyu. (2011). Masalah dan Usaha Membangun Karakter Bangsa. Jurnal Komunitas, 3(1), 138–149.

Wenning, S. (2012). Pembentukan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Nilai. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(1), 55–64.

Yenni Fitra Surya. (2017). Penggunaan Model Pembelajaran Pendidikan Karakter Abad 21 pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi, 1(2), 148–155.

Yono, S. (2014). Nilai Edukasi dalam Fabel Sentani. Jurnal Kandai, 10(1), 102–115.


Article Metrics

 Abstract Views : 369 times
 PDF Full Text Downloaded : 342 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.