Abstract


Perilaku tidak jujur anak dapat ditemukan pada usia dua sampai tiga tahun dengan maksud untuk menyembunyikan perilaku mereka yang salah seperti belum mampu merawat dan menjaga mainan milik sekolah maupun anak mengambil barang milik sekolah. Kondisi tersebut akan berkembang dan menjadi karakter asli kalau terjadi pembiaran. Karena keberhasilan mewujudkan pembinaan karakter di usia itu merupakan parameter untuk membangun karakter siswa pada jenjang selanjutnya. Tujuan melakukan penulisan artikel ini untuk menganalisis dan menggambarkan komponen komponen mendidik siswa agar berperilaku jujur. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian sedangkan untuk memberikan beragam pemikiran dari para ahli digunakan melalui metode deskriptif. Sementara teknik pengumpulan datanya menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian membuktikan bahwa komponen komponen pendidikan karakter yang dilaksanakan secara terintegrasi memberikan efek yang positif terhadap perubahan perilaku dan sikap siswa terutama karakter jujur. Dampak dari hasil kajian ini adalah bahwa penanaman nilai karakter harus sudah dibiasakan sejak dini sehingga anak sudah terbiasa dengan hal hal yang baik sejak dini.

Keywords


strategi pendidik; karakter jujur; anak usia dini