Tari Nawung Sekar: Kemampuan Sosial Anak Digital Natives di Era Revolusi Industri 4.0

Authors

  • Maria Denok Bekti Agustiningrum Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Ivet Semarang, Indonesia https://orcid.org/0000-0001-9837-7102
  • Sri Sayekti Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Ivet Semarang, Indonesia
  • Dwi Hardiyanti Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Ivet Semarang, Indonesia
  • Dwi Asih Kumala Handayani Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Ivet Semarang, Indonesia
  • Sri Redjeki Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Ivet Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1004

Keywords:

nawung sekar, digital native, sosial emosi, revolusi industri

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 menciptakan kondisi anak usia dini menjadi anak-anak digital natives. Anak-anak digital natives adalah anak usia dini yang memiliki kecenderungan tergantung pada teknologi namun memiliki kemampuan sosial yang rendah. Hal tersebut dikarenakan mereka tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan kemampuan berinteraksi dan mengembangkan kemampuan sosial emosinya. Penelitian ini terjadi sebelum masa pandemic Covid-19 sehingga masih diadakannya kegiatan-kegiatan tatap muka (luring). Metode penelitian yang digunakan adalah meode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dengan subyek penelitian anak usia dini berusia 3-6 tahun. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa tari Nawung Sekar mampu menstimulasi kemampuan sosial anak digital natives.

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

Author Biography

Maria Denok Bekti Agustiningrum, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Ivet Semarang

Saya seorang peneliti sekaligus pengajar seni budaya untuk anak usia dini

References

Agustinigrum, M. D. B. (2017). Tari nawung sekar sebagai wujud tari pendidikan. 1–7.

Agustinigrum, M. D. B. (2018). Penanaman Proses Pendisplinan Diri Anak Berkebutuhan Khusus (Tuna Rungu Wicara) Dalam Pembelajaran Tari Tradisional. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1). https://doi.org/10.17509/cd.v5i1.10493

Agustinigrum, M. D. B. (2020). Stimulation of Social-Emotional of Children’s Digital Natives Through Learning Nawung Sekar Dance. Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 41–47. https://doi.org/10.29313/ga:jpaud.v3i2.5284

Agustinigrum, M. D. B., & Rohendi, T. (2020). Strategi Pengembangan Motorik Anak Usia 5-8 Tahun dan Penanaman Karakter Tanggung Jawab Melalui Tari Nawung Sekar Info Articles. Sentra Cendekia, 1(1), 15–21. https://doi.org/10.31331/jsc.v1i1.1189

Agustiningrum, M. (2016). Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Seni Di Lembaga Paud. sembada, 2(2).

Ananda, R., Fadhilaturrahmi, F., Studi, P., Guru, P., Dasar, S., Pahlawan, U., & Tambusai, T. (2018). Peningkatan Kemampuan Sosial Emosional Melalui Permainan Kolaboratif pada Anak KB. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2, 20–26. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i1.3

Badu, R. (2011). Pengembangan Model Pelatihan Permainan. Penelitian dan Pendidikan, 8 Nomor 1, 70–77.

Denok, M., Rohendi, T., & Sayuti, S. (2017). Pamulangan beksa sasminta mardawa yogyakarta ’s foundation as a pattern-maintenance organization javanese cultural value. Sentra Cendekia, 2(2).

Gifary, S., & Kurnia N, I. (2015). Intensitas Penggunaan Smartphone Dan Perilaku Komunikasi (Studi Pada Pengguna Smartphone di Kalangan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Telkom). Jurnal Sosioteknologi, 14(2), 170–178. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.7

Helsper, E. J., & Eynon, R. (2010). Digital natives: Where is the evidence? British Educational Research Journal, 36(3), 503–520. https://doi.org/10.1080/01411920902989227

Hurlock, E. B. (2006). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (Penerjemah: Istiwidayanti, Soedjarwo). (5 ed.). Erlangga.

Korde-Nayak, V. (2017). Why is India the world’s stillbirth capital: causes and solutions? MMJ - A Journal by MIMER Medical College, Pune, India, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.15713/ins.mmj.3

Putraningsih, T. (2015). Perkembangan Tari Klasik Gaya Yogyakarta Di Era Global. Imaji, 5(1). https://doi.org/10.21831/imaji.v13i2.6691

Wangsa, B. S., Sulistyo, E. T., & Suyanto, S. (2019). Makna Budi Pekerti Remaja pada Serat Wulangreh Karya Pakubuwono IV: Pupuh Macapat Durma. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 325–329. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.681

Yee jin Shin. (2014). Mendidik Anak Di Era Digital (A. Anissa (ed.)). Noura Books.

Zaman, B. (2010). Pengembangan Alat Permainan Edukatif di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Downloads

Published

09-02-2021

Check Article Index

How to Cite

Agustiningrum, M. D. B., Sayekti, S., Hardiyanti, D., Handayani, D. A. K., & Redjeki, S. (2021). Tari Nawung Sekar: Kemampuan Sosial Anak Digital Natives di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1943–1950. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1004

Issue

Section

Articles