- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Tari Nawung Sekar: Kemampuan Sosial Anak Digital Natives di Era Revolusi Industri 4.0
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1004Keywords:
nawung sekar, digital native, sosial emosi, revolusi industriAbstract
Era Revolusi Industri 4.0 menciptakan kondisi anak usia dini menjadi anak-anak digital natives. Anak-anak digital natives adalah anak usia dini yang memiliki kecenderungan tergantung pada teknologi namun memiliki kemampuan sosial yang rendah. Hal tersebut dikarenakan mereka tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan kemampuan berinteraksi dan mengembangkan kemampuan sosial emosinya. Penelitian ini terjadi sebelum masa pandemic Covid-19 sehingga masih diadakannya kegiatan-kegiatan tatap muka (luring). Metode penelitian yang digunakan adalah meode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dengan subyek penelitian anak usia dini berusia 3-6 tahun. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa tari Nawung Sekar mampu menstimulasi kemampuan sosial anak digital natives.
Downloads Statistics
References
Agustinigrum, M. D. B. (2017). Tari nawung sekar sebagai wujud tari pendidikan. 1–7.
Agustinigrum, M. D. B. (2018). Penanaman Proses Pendisplinan Diri Anak Berkebutuhan Khusus (Tuna Rungu Wicara) Dalam Pembelajaran Tari Tradisional. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1). https://doi.org/10.17509/cd.v5i1.10493
Agustinigrum, M. D. B. (2020). Stimulation of Social-Emotional of Children’s Digital Natives Through Learning Nawung Sekar Dance. Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 41–47. https://doi.org/10.29313/ga:jpaud.v3i2.5284
Agustinigrum, M. D. B., & Rohendi, T. (2020). Strategi Pengembangan Motorik Anak Usia 5-8 Tahun dan Penanaman Karakter Tanggung Jawab Melalui Tari Nawung Sekar Info Articles. Sentra Cendekia, 1(1), 15–21. https://doi.org/10.31331/jsc.v1i1.1189
Agustiningrum, M. (2016). Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Seni Di Lembaga Paud. sembada, 2(2).
Ananda, R., Fadhilaturrahmi, F., Studi, P., Guru, P., Dasar, S., Pahlawan, U., & Tambusai, T. (2018). Peningkatan Kemampuan Sosial Emosional Melalui Permainan Kolaboratif pada Anak KB. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2, 20–26. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i1.3
Badu, R. (2011). Pengembangan Model Pelatihan Permainan. Penelitian dan Pendidikan, 8 Nomor 1, 70–77.
Denok, M., Rohendi, T., & Sayuti, S. (2017). Pamulangan beksa sasminta mardawa yogyakarta ’s foundation as a pattern-maintenance organization javanese cultural value. Sentra Cendekia, 2(2).
Gifary, S., & Kurnia N, I. (2015). Intensitas Penggunaan Smartphone Dan Perilaku Komunikasi (Studi Pada Pengguna Smartphone di Kalangan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Telkom). Jurnal Sosioteknologi, 14(2), 170–178. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2015.14.2.7
Helsper, E. J., & Eynon, R. (2010). Digital natives: Where is the evidence? British Educational Research Journal, 36(3), 503–520. https://doi.org/10.1080/01411920902989227
Hurlock, E. B. (2006). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (Penerjemah: Istiwidayanti, Soedjarwo). (5 ed.). Erlangga.
Korde-Nayak, V. (2017). Why is India the world’s stillbirth capital: causes and solutions? MMJ - A Journal by MIMER Medical College, Pune, India, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.15713/ins.mmj.3
Putraningsih, T. (2015). Perkembangan Tari Klasik Gaya Yogyakarta Di Era Global. Imaji, 5(1). https://doi.org/10.21831/imaji.v13i2.6691
Wangsa, B. S., Sulistyo, E. T., & Suyanto, S. (2019). Makna Budi Pekerti Remaja pada Serat Wulangreh Karya Pakubuwono IV: Pupuh Macapat Durma. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 325–329. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.681
Yee jin Shin. (2014). Mendidik Anak Di Era Digital (A. Anissa (ed.)). Noura Books.
Zaman, B. (2010). Pengembangan Alat Permainan Edukatif di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

